Mediasahabat.com-“Keberangkatan jamaah haji Kloter 4 Embarkasi Ujung Pandang (UPG) menuju Mekah dilakukan secara bertahap. Pada tanggal 15 Mei 2025, dua orang diberangkatkan lebih dahulu, yaitu satu perawat dan satu jamaah. Menyusul pada 16 Mei 2025, Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah berangkat, dan terakhir satu jamaah tiba pada 17 Mei 2025.
Setibanya di Mekah, jamaah Kloter 1–10 UPG, termasuk Kloter 4, ditempatkan di Hotel Moro Al Alameah di wilayah Shi Sha, sekitar 6,9 km dari Masjidil Haram. Untuk akses menuju Masjidil Haram, jamaah diangkut menggunakan bus Shalawat nomor 1 yang beroperasi 24 jam menuju Terminal Shib Amiir. Dari terminal tersebut, jamaah melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 1 km untuk masuk ke area Masjidil Haram.
Pengawasan ketat diterapkan pada setiap pintu masuk ke Masjidil Haram. Identitas jamaah diperiksa secara cermat, baik kartu Nusuk maupun visa haji. Untuk memasuki area Ka’bah, jamaah laki-laki diwajibkan mengenakan pakaian ihram sebagai bagian dari ketentuan pelaksanaan ibadah.
Karena Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, dan Perawat tertahan di Madinah, maka selama lima hari awal di Mekah, jamaah Kloter 4 UPG ditangani oleh Dokter Kloter, Petugas Haji Daerah, serta didukung oleh pihak KBIH yang tergabung dalam kloter tersebut. Melalui koordinasi dan kerja sama yang baik, seluruh kegiatan ibadah, termasuk pelaksanaan umrah wajib (tawaf qudum, sai, dan tahallul), berjalan lancar dan tertib.
Secara umum, kondisi kesehatan jamaah Kloter 4 UPG terpantau baik. Meski ada beberapa jamaah yang mengalami kelelahan dan flu ringan, tidak ditemukan gangguan kesehatan yang serius. Jamaah saat ini fokus menjalankan ibadah rutin seperti salat berjamaah di Masjidil Haram maupun mushala hotel sambil menanti puncak ibadah wukuf di Arafah.
Semoga seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar, dan jamaah Kloter 4 UPG dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan lengkap satu kloter.(**)


