Mediasahabat.com-Makassar –“Drs.KH.Muhammad Nurullah,HD.M.Pd Dalam Isi Khutbah ..
Khutbah Pertama
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Janganlah kita meninggal dunia kecuali dalam keadaan Islam, keadaan yang diridhai oleh Allah SWT.
Jama’ah Jumat Rahimakumullah…
Hari ini kita berada di penghujung tahun Hijriyah 1446 H. Dan menurut kalender Hijriyah, hari Jumat ini adalah Jumat terakhir di tahun 1446 H. Artinya, insyaAllah Jumat depan kita sudah memasuki tanggal 1 Muharram 1447 H, awal tahun baru Hijriyah.
Momen seperti ini adalah waktu yang tepat untuk merenung dan muhasabah diri. Apa yang telah kita perbuat selama setahun ke belakang? Apakah amal ibadah kita semakin baik? Apakah hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia semakin terjaga?
Rasulullah SAW bersabda:
> “Khairun naas, man thâla umruhu wa hasuna ‘amaluhu.”
(Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya).
(HR. Tirmidzi)
Bukan panjang umur yang menjadi kemuliaan itu sendiri, tetapi bagaimana usia yang panjang itu dipenuhi dengan amal salih, dengan ibadah yang tulus, akhlak yang mulia, dan manfaat bagi orang lain.
Imam Al-Ghazali pernah memberi nasihat bijak:
“Jika engkau memasuki tahun baru, maka sadarilah bahwa umurmu bukan bertambah, melainkan berkurang.”
Sebab hakikat umur bukanlah angka yang naik setiap tahun, melainkan waktu hidup yang tersisa di dunia yang terus menyusut.
Inilah yang seringkali kita lupakan:
Hidup bukan soal berapa lama, tapi seberapa bermakna.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Ketika kita melakukan Tawaf di Baitullah, kita berjalan melawan arah jarum jam, dari arah kanan ke kiri. Ini bukan hanya ritual tanpa makna. Ulama mengajarkan bahwa pergerakan ini mengandung simbol bahwa kita sedang mendekati titik akhir, kita menuju ajal. Kita sadar bahwa umur itu tidak bertambah, tetapi semakin berkurang menuju pertemuan dengan Allah SWT.
Maka dari itu, mari kita maknai sabda Allah dalam firman-Nya:
> “Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun”
“Sesungguhnya kami ini milik Allah, dan kepada-Nya lah kami akan kembali.”
(QS. Al-Baqarah: 156)
Kembali kepada Allah adalah keniscayaan. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Jabatan, harta, kesehatan, bahkan umur—semua akan berakhir. Maka beruntunglah orang-orang yang menjadikan umur yang tersisa sebagai ladang kebaikan.
Khutbah Kedua
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Sebentar lagi kita akan menyambut Tahun Baru Hijriyah 1447 H. Ini bukan hanya perubahan angka, tapi momen penting untuk perubahan diri.
Jadikan momen ini sebagai titik tolak untuk:
Memperbaiki ibadah kita.
Menjaga silaturahim dan memperbanyak amal salih.
Menjauhi maksiat yang masih sering dilakukan.
Meningkatkan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari umat Nabi Muhammad SAW.
Jangan menunggu tua untuk bertaubat, karena kematian tidak mengenal usia.
> “Dan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila ajalnya tiba, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”
(QS. Al-A’raf: 34)
Mari kita sambut Tahun Baru Hijriyah ini dengan:
Dzikir dan syukur, bukan pesta hura-hura.
Muhasabah dan hijrah, bukan kelalaian yang berulang.
Semangat hijrah, memperbaiki diri sebagaimana Rasulullah SAW berhijrah dari Mekkah ke Madinah demi menegakkan kebenaran.
Mari kita berdoa agar Allah SWT memberikan kita keberkahan umur, kesehatan, dan kemampuan untuk terus memperbaiki diri. Semoga di tahun 1447 H ini, hidup kita menjadi lebih bermakna, dan akhir hidup kita menjadi khusnul khatimah.
Selamat menyambut Tahun Baru Islam 1447 H.
Semoga kita tergolong ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang terbaik.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


