Mediasahabat.com-Makassar –” Isu pencopotan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) kian menguat setelah beredar sejumlah bukti percakapan pribadi yang diduga melibatkan Rektor dengan beberapa perempuan selain Ibu Q. Temuan tersebut semakin menambah sorotan publik terhadap integritas pimpinan kampus terbesar di Kawasan Timur Indonesia itu.
Ketua Gerakan Pemuda Pemerhati Pendidikan Indonesia (GP3I), Dimas, menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, Ketua Senat UNM harus segera bersikap tegas menyikapi kasus yang dinilai telah merusak citra institusi.
“Kami menemukan adanya bukti-bukti chat Rektor UNM selain ibu Q. Fakta ini semakin memperkuat desakan agar Ketua Senat UNM tidak tinggal diam. Jangan sampai persoalan ini justru memperburuk nama baik universitas,” tegas Dimas, Ketua GP3I, Rabu (2/10).
Lebih lanjut, Dimas menekankan bahwa pengabaian atas persoalan moral seorang pemimpin kampus akan berdampak serius terhadap wibawa akademik dan kepercayaan publik.
“Sinyal pencopotan Rektor UNM semakin kuat. Ketua Senat UNM harus segera mengambil sikap tegas. Ini bukan hanya soal pribadi, tetapi menyangkut marwah lembaga pendidikan,” tambahnya.
GP3I memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata dari pihak Senat UNM maupun KEMDIKTISAINTEK RI untuk segera menuntaskan polemik yang mencoreng nama baik universitas. Sekali lagi GP3I menegaskan apabila KEMDIKTISAINTEK tidak mengambil langkah tegas terkait kasus pelecehan seksual yang menyeret nama Rektor UNM. Massa Aksi sudah ada sekitaran 1000an orang KEMDIKTISAINTEK sudah siap untuk menggelar aksi di KEMENDIKTISAINTEK RI dalam waktu dekat.(**)


