Mediasahabat.com-Makassar,-“Proses penyaringan calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 berlangsung penuh dinamika dan gagasan visioner. Enam bakal calon menampilkan visi serta program unggulan di hadapan Senat Akademik dan panelis independen yang terdiri dari tokoh nasional di bidang akademik, birokrasi, dan industri.Senin 3/11/2025
Salah satu panelis independen, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH., yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI sekaligus mantan Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kualitas ide yang ditawarkan para bakal calon rektor.
“Banyak program yang bagus dan berbobot ditawarkan bakal calon rektor Unhas. Saya optimis ini akan bagus untuk kemajuan Unhas,” ujar Prof. Zudan dengan nada penuh optimisme.
Menurutnya, proses penyaringan calon rektor yang digelar secara terbuka dan profesional ini mencerminkan semangat pembaruan di tubuh Universitas Hasanuddin.
“Saya yakin, dengan visi dan ide yang kuat dari para calon, Unhas akan mampu melompat lebih jauh dan menjadi universitas berkelas dunia,” lanjutnya.
“Oleh itu, saya berharap ke depan siapa pun yang terpilih dapat memperkuat tata kelola, memperluas kolaborasi riset, dan menjadikan Unhas motor kemajuan untuk Indonesia Timur,” tambahnya.
Enam Calon dengan Gagasan Inovatif
Enam bakal calon rektor yang tampil dalam proses penyaringan yakni:
1. Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.
2. Dr. Marhaen Hardjo, M.BioMed., Ph.D.
3. Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.MedEd.
4. Prof. Ir. Muhammad Iqbal Djawat, M.Sc., Ph.D.
5. Dr. Ir. Zulfikar Basri Hasanuddin, M.Eng.
6. Prof. Dr. Sukardi Weda, SS., M.Hum., M.Pd., M.Si., MM., M.Sos.I., MAP.
Mereka memaparkan beragam strategi penguatan universitas, mulai dari peningkatan kualitas akademik, inovasi riset, digitalisasi kampus, hingga kemitraan strategis dengan dunia industri dan lembaga internasional.
Proses Transparan dan Kredibel
Proses penyaringan yang digelar Senat Akademik Unhas melibatkan 93 anggota pemilik suara dan menghadirkan panelis independen lainnya seperti Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D. (Guru Besar FEB Unhas) dan Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng. (CEO PT PAL Indonesia).
Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum penetapan tiga nama calon rektor yang akan melaju ke proses pemilihan final.
Momentum Menuju Kepemimpinan Baru
Pemilihan rektor Unhas periode 2026–2030 menjadi momentum strategis untuk menentukan arah masa depan universitas kebanggaan Indonesia Timur tersebut.
Figur rektor terpilih diharapkan dapat membawa Unhas melompat lebih jauh dalam reputasi akademik, riset inovatif, serta kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan global.(an)


