Mediasahabat.com-Makassar,-“Meski diguyur hujan, antusias masyarakat Kecamatan Rappocini tetap tinggi mengikuti kegiatan Jelajah Sampah yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung lancar dan sukses menarik partisipasi warga dari berbagai kelurahan.Rabu 10/12/2025

Asisten 1 Kota Makassar, H. Andi Yassir, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh petugas kebersihan Kecamatan Rappocini. Ia mengungkapkan bahwa jumlah sampah yang masuk ke TPA saat ini telah mencapai 1.000–1.200 ton per hari. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama untuk memperkuat gerakan kolaborasi dalam mengurangi sampah dari sumbernya.
“Jika ingin mewujudkan Makassar Bebas Sampah tahun 2029, maka pengurangan sampah harus dimulai dari rumah. Mulai tahun 2026, para lurah di Kecamatan Rappocini harus menggerakkan para RT agar warganya disiplin memilah sampah organik dan anorganik,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Wijaya Kusuma, Banta-Bantaeng pada Rabu (10/12) ini berhasil mengumpulkan dan memilah 107 kilogram sampah. Ini merupakan pelaksanaan ke-14 dari rangkaian Jelajah Sampah di Kota Makassar.

Kepala DLH Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, menyampaikan bahwa puncak kegiatan Jelajah Sampah akan dilaksanakan pada Hari Daur Ulang Bumi di Gedung Manunggal, tanggal 12–14 Desember. Semua peserta dari berbagai kecamatan akan berkumpul untuk melakukan daur ulang bersama.
Pada sesi talk show, masyarakat mendapat edukasi tentang pentingnya Bank Sampah sebagai pionir gerakan pemilahan sampah. Materi ini disampaikan oleh Kabid Persampahan DLH Makassar, Dr. Bau Asseng, serta Dewan Lingkungan Unhas, Cawi, alumni Fakultas Pertanian.
Selain itu, para RT dan RW terpilih juga diperkenalkan pada program Eco Enzyme, termasuk cara pembuatannya menggunakan kulit buah yang difermentasi. Eco Enzyme ini dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih rumah hingga bahan alternatif pengganti obat kulit.
Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kesadaran warga Rappocini untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan menuju Makassar yang lebih bersih dan sehat.(**)


