Mediasahabat.com-Makassar ,”Seorang siswa Sekolah Dasar Abdul Rahman Bin Auf yang meninggal dunia akibat tenggelam di gorong-gorong Jalan Nuraksa, Kelurahan Berua Paccerakkang Kecamatan Biringkanaya, akan dimakamkan ba’da Dzuhur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang, Kamis ( 22/1/2026).
Korban diketahui bernama Jaiz Mahdiang (10), siswa kelas IV, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat bermain di sekitar gorong-gorong pada sore hari. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat korban bermain bersama teman-temannya di tengah kondisi cuaca mendung dengan arus air yang cukup deras.
Setelah menerima laporan dari warga, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Makassar, Basarnas, Damkarmat, TNI, Polri, serta masyarakat setempat segera melakukan upaya pencarian di area gorong-gorong dan aliran kanal. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.40 WITA dalam kondisi meninggal dunia (MD).
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka yang beralamat di Perumahan Permata Sudiang Raya Blok K 10 Nomor 21, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, almarhum merupakan anak tunggal, sehingga duka mendalam dirasakan oleh orang tua dan keluarga besar.
Sejumlah pihak, termasuk unsur Pemerintah Kelurahan Laikang,pemerintah kecamatan Biringkanaya, kepolisian, serta masyarakat sekitar, tampak hadir di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Rencana pemakaman almarhum akan dilaksanakan ba’da Dzuhur di TPU Sudiang, dengan dihadiri keluarga, kerabat, pihak sekolah, serta warga setempat.
Di rumah duka dari malam hingga siang ini terlihat hadir kapolsek biringkanaya, Camat Biringkanaya, Lurah laikang dan beberapa tokoh masyarakat, ketua RW 12 dan RT dan para pengajar dan SD almarhum sekolah serta para pengajar SMU 22 Makassar di mana Ibu dari Almarhum mengajar di SMU 22 makassar.
Binmas Laikang Aiptu M. Rambli D yang hadir mendampingi keluarga menyampaikan Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat beraktivitas di sekitar kanal, gorong-gorong, dan saluran air, terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu.(*/an)


