Close Menu
MEDIA SAHABAT INDONESIAMEDIA SAHABAT INDONESIA
  • BERITA
  • POLITIK
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • TNI POLRI
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • ADVERTORIAL
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • METRO
  • NASIONAL

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

TP PKK Makassar Gandeng BNN dan Dinsos Edukasi Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba

Juni 3, 2026

Aliyah Mustika Ilham Hadiri Raker APEKSI Komwil VI, Dorong Kolaborasi Penanganan Sampah Perkotaan

Juni 3, 2026

Ketua Karang Taruna Makassar Bela Wali Kota: Yang Disinggung Oknum, Bukan Semua Wartawan

Juni 3, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • TP PKK Makassar Gandeng BNN dan Dinsos Edukasi Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba
  • Aliyah Mustika Ilham Hadiri Raker APEKSI Komwil VI, Dorong Kolaborasi Penanganan Sampah Perkotaan
  • Ketua Karang Taruna Makassar Bela Wali Kota: Yang Disinggung Oknum, Bukan Semua Wartawan
  • Plt Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum Perkuat Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan, Siapkan Mobil Tangki untuk Warga
  • Lantik 167 PNS, Appi Minta ASN Baru Siap Kerja, Bukan Sekadar Cari Aman
  • Camat Mariso Mantapkan Persiapan Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik, Target Zero Sampah Organik ke TPA Mulai 1 Agustus 2026
  • Kecamatan Ujung Pandang Gerak Cepat Angkut Sampah, Kini Pesisir Pantai Losari Kembali Bersih
  • Terima Silaturahmi Delegasi Paskibraka, Appi: Kalian Menjadi Kebanggaan Kota Makassar
Facebook X (Twitter) Instagram
MEDIA SAHABAT INDONESIAMEDIA SAHABAT INDONESIA
  • BERITA
  • POLITIK
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • TNI POLRI
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • ADVERTORIAL
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • METRO
  • NASIONAL
MEDIA SAHABAT INDONESIAMEDIA SAHABAT INDONESIA
  • BERITA
  • POLITIK
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • TNI POLRI
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • ADVERTORIAL
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • METRO
  • NASIONAL
Beranda » Susun Redaksi » Peringatan Hari Nasional dan Kurangnya Partisipasi Masyarakat: Sebuah Refleksi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Abustan DJ Ketua GP Ansor Maros
pemuda

Peringatan Hari Nasional dan Kurangnya Partisipasi Masyarakat: Sebuah Refleksi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Abustan DJ Ketua GP Ansor Maros

Media SahabatJuni 2, 2026
Facebook WhatsApp Twitter Email
Share
Facebook WhatsApp Twitter Email

Mediasahabat.com-Maros,-“Setiap tahun, bangsa Indonesia memperingati berbagai hari nasional, mulai dari Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan, Hari Sumpah Pemuda, hingga hari-hari bersejarah lainnya. Peringatan ini bukan sekadar seremonial atau rutinitas tahunan, melainkan wujud penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu, pengingat nilai-nilai luhur kebangsaan, serta sarana memperkuat persatuan dan jati diri bangsa.Namun, kenyataan yang terlihat di lapangan belakangan ini menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan: antusiasme dan partisipasi masyarakat dalam merayakan dan merayakan hari-hari bersejarah tersebut semakin menurun. Fenomena ini bukan sekadar masalah rendahnya minat terhadap acara seremonial, melainkan menjadi cerminan nyata dari kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara kita saat ini, yang perlu dikaji dan direnungkan bersama.

Kurangnya partisipasi masyarakat dalam peringatan hari nasional dapat dilihat dari berbagai aspek. Di masa lalu, peringatan Hari Kemerdekaan misalnya, disambut dengan sukacita yang meluas: jalan-jalan dihiasi bendera merah putih dari rumah ke rumah, anak-anak antusias mengikuti lomba tradisional, dan warga berbondong-bondong hadir dalam upacara bendera di lingkungan masing-masing. Kini, suasana tersebut perlahan memudar. Banyak rumah yang tidak lagi mengibarkan bendera, acara peringatan hanya berlangsung secara resmi di lingkungan pemerintahan atau sekolah, sementara masyarakat umum cenderung bersikap acuh tak acuh. Bagi sebagian besar masyarakat, hari nasional seringkali hanya dianggap sebagai hari libur atau waktu istirahat semata, tanpa ada pemahaman lebih dalam mengenai makna di balik tanggal yang diperingati tersebut.

Baca Juga:  Masjid Nurul Palah Kassikebo – Kabupaten Maros Tanggal: 25 Juli 2025 / 29 Dzulhijjah 1446 H Khatib: Drs. KH. Muh. Nurullah, HD., S.Pd **Tema: "Saatnya Belajar Tasawuf"

Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi menurunnya partisipasi ini, dan setiap alasan tersebut menyimpan pesan tentang keadaan bangsa kita. Pertama, rendahnya pemahaman dan penghayatan sejarah menjadi salah satu penyebab utama. Banyak generasi muda saat ini tumbuh di era kemajuan teknologi dan arus informasi yang deras, di mana perhatian lebih tercurah pada tren global, hiburan, atau hal-hal praktis sehari-hari. Nilai-nilai sejarah, perjuangan kemerdekaan, dan pengorbanan para pahlawan seringkali hanya dipelajari sebagai materi pelajaran di sekolah, bukan sebagai nilai hidup yang harus dihayati dan diamalkan. Ketika seseorang tidak paham atau tidak merasakan hubungan dirinya dengan sejarah bangsanya, maka wajar jika ia tidak merasa perlu untuk berpartisipasi dalam peringatannya. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman identitas kebangsaan, di mana rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap bangsa mulai tergerus.

Kedua, pergeseran prioritas hidup masyarakat juga turut berperan. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat, persaingan hidup yang ketat, dan tuntutan pemenuhan kebutuhan dasar, banyak orang lebih memusatkan perhatian dan tenaga mereka pada usaha bertahan hidup. Bagi sebagian masyarakat, peringatan hari nasional dianggap sebagai hal yang kurang relevan atau tidak memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan mereka. Ketika negara belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan rakyat, menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan kepastian hukum, maka rasa keterikatan emosional dan kepercayaan masyarakat terhadap negara pun melemah. Kurangnya partisipasi ini menjadi cerminan bahwa hubungan antara negara dan warga negara mulai terputus, di mana rasa cinta tanah air seolah kalah oleh kebutuhan materi dan kekecewaan terhadap kinerja bangsa.

Baca Juga:  Bidang IX HIPMI Makassar Hadirkan Solusi Nyata: Pelatihan hingga Akses Modal untuk PKL dan UMKM

Ketiga, cara penyelenggaraan peringatan hari nasional yang seringkali kaku, formalistik, dan kurang relevan dengan kebutuhan serta minat masyarakat juga menjadi faktor penyebab. Banyak kegiatan peringatan yang hanya berpusat pada upacara, pidato panjang lebar, atau kegiatan yang hanya melibatkan kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat umum merasa asing dan tidak dilibatkan. Jika peringatan hari nasional tidak dikemas dengan cara yang menarik, edukatif, dan menyentuh hati, maka sulit untuk mengajak masyarakat berpartisipasi. Hal ini mencerminkan bahwa cara kita dalam menanamkan nilai kebangsaan belum cukup efektif, dan komunikasi antara pemerintah atau penyelenggara kegiatan dengan masyarakat belum terjalin dengan baik.

Dari berbagai penyebab tersebut, jelas bahwa kurangnya partisipasi masyarakat dalam peringatan hari nasional adalah refleksi dari kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Hal ini menunjukkan bahwa rasa persatuan, kesatuan, dan kesadaran berbangsa sedang berada di ujung tanduk. Ini adalah sinyal bahwa nilai-nilai dasar negara seperti Pancasila dan UUD 1945 mulai kurang dihayati dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat tidak lagi peduli pada sejarah dan peringatan hari nasional, itu berarti kita berisiko melupakan jati diri bangsa, melupakan asal-usul, dan melupakan tujuan bernegara yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata.

Baca Juga:  Hotel Premier Makassar Hadirkan Promo Spesial Ramadhan 1446 H

Namun, refleksi ini bukan berarti akhir dari segalanya, melainkan panggilan untuk berbenah. Kurangnya partisipasi tersebut seharusnya menjadi peringatan bagi seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, pendidik, tokoh masyarakat, hingga setiap warga negara, untuk kembali memperkuat rasa cinta tanah air dan kesadaran berbangsa. Pemerintah perlu memastikan bahwa tujuan bernegara—yaitu melindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum—tercapai dengan baik, sehingga masyarakat merasa bangga dan memiliki alasan kuat untuk mencintai negaranya. Dunia pendidikan harus mampu menyampaikan sejarah dan nilai kebangsaan bukan hanya sebagai teori, tetapi sebagai inspirasi dan pedoman hidup. Selain itu, cara penyelenggaraan peringatan hari nasional perlu diperbarui menjadi lebih kreatif, partisipatif, dan relevan, sehingga setiap lapisan masyarakat merasa menjadi bagian penting dari peringatan tersebut.

Pada akhirnya, peringatan hari nasional bukan hanya milik masa lalu, melainkan milik masa depan bangsa ini. Partisipasi aktif masyarakat dalam merayakannya adalah tanda bahwa kita masih peduli, masih bersatu, dan masih memiliki tekad untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Sebaliknya, ketidakpedulian adalah cermin dari rapuhnya ikatan kebangsaan. Oleh karena itu, mari kita jadikan fenomena ini sebagai refleksi mendalam untuk memperbaiki diri, mempererat persatuan, dan kembali menanamkan rasa cinta tanah air dalam setiap langkah kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Hanya dengan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat, bangsa Indonesia dapat tetap berdiri tegak, kokoh, dan maju di tengah tantangan zaman.(**)

Peringatan Hari Nasional dan Kurangnya Partisipasi Masyarakat: Sebuah Refleksi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Abustan DJ Ketua GP Ansor Maros
Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram

Berita Lainnya

Hadiri Sannipata Waisak, Wali Kota Makassar Tegaskan Makassar Rumah Bersama dan Kota Toleransi

Juni 1, 2026 MAKASSAR

Donor Darah Masjid Nur Intan Lestari Kumpulkan 20 Kantong Darah, Warga Antusias Dukung Aksi Kemanusiaan

Mei 31, 2026 KESEHATAN

Munafri Arifuddin Dorong APPI Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Menyelesaikan Persoalan Warga

Mei 31, 2026 MAKASSAR
Top Posts

TP PKK Makassar Gandeng BNN dan Dinsos Edukasi Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba

Juni 3, 2026

Aliyah Mustika Ilham Hadiri Raker APEKSI Komwil VI, Dorong Kolaborasi Penanganan Sampah Perkotaan

Juni 3, 2026

Ketua Karang Taruna Makassar Bela Wali Kota: Yang Disinggung Oknum, Bukan Semua Wartawan

Juni 3, 2026

Plt Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum Perkuat Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan, Siapkan Mobil Tangki untuk Warga

Juni 3, 2026

Lantik 167 PNS, Appi Minta ASN Baru Siap Kerja, Bukan Sekadar Cari Aman

Juni 3, 2026

Camat Mariso Mantapkan Persiapan Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik, Target Zero Sampah Organik ke TPA Mulai 1 Agustus 2026

Juni 3, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Penerbit:
PT MEDIA SAHABAT DELAPAN DELAPAN
SK. Kemenkumham: Nomor-AHU-0071062.AH.01.01.TAHUN 2021
NIB: 1011210006986
NPWP: 53.186.054.2-801.000

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Most Popular

Hadiri Sannipata Waisak, Wali Kota Makassar Tegaskan Makassar Rumah Bersama dan Kota Toleransi

Juni 1, 2026

Donor Darah Masjid Nur Intan Lestari Kumpulkan 20 Kantong Darah, Warga Antusias Dukung Aksi Kemanusiaan

Mei 31, 2026

Munafri Arifuddin Dorong APPI Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Menyelesaikan Persoalan Warga

Mei 31, 2026
Don't Miss
EKONOMI

TP PKK Makassar Gandeng BNN dan Dinsos Edukasi Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba

By Media SahabatJuni 3, 2026

Mediasahabat.com-Makassar,-“Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dinas Sosial Kota Makassar…

Aliyah Mustika Ilham Hadiri Raker APEKSI Komwil VI, Dorong Kolaborasi Penanganan Sampah Perkotaan

Juni 3, 2026

Ketua Karang Taruna Makassar Bela Wali Kota: Yang Disinggung Oknum, Bukan Semua Wartawan

Juni 3, 2026

Plt Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum Perkuat Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan, Siapkan Mobil Tangki untuk Warga

Juni 3, 2026
© 2026 MEDIA SAHABAT by WEBPro.
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Susun Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.