
Mediasahabat.com-Makassar,– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengungkapkan hasil asesmen terbaru yang menunjukkan sekitar 53 ribu jiwa berpotensi terdampak bencana kekeringan di Kota Makassar. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 50 persen masyarakat telah merasakan dampak secara langsung, terutama warga yang selama ini mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih.
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, pemerintah memprioritaskan penanganan kepada masyarakat yang bergantung pada sumber air tanah. Kelompok ini menjadi yang paling terdampak akibat menurunnya debit dan ketersediaan air selama musim kemarau.

Sementara itu, wilayah yang memperoleh pasokan air melalui jaringan PDAM masih berada dalam kondisi relatif aman sehingga belum menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan air bersih. Kendati demikian, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan kondisi di lapangan.
BPBD juga mengingatkan bahwa kondisi cadangan air baku PDAM terus mengalami penurunan seiring berlangsungnya cuaca kering. Apabila musim kemarau berkepanjangan tanpa curah hujan yang memadai, maka cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan.
Mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi, Pemerintah Kota Makassar terus menyiapkan berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, termasuk penguatan koordinasi lintas instansi, pemetaan wilayah rawan, serta skema distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Upaya ini dilakukan agar dampak kekeringan dapat ditekan dan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi.(**)



