
Mediasahabat.com-Makassar ,-“Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Pleno Pengurus pada Selasa, 28 Juli 2026, sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dalam menghadapi agenda-agenda strategis, termasuk pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung pada Agustus 2026.
Rapat pleno menghasilkan komitmen bersama seluruh jajaran pengurus untuk mendukung penuh terselenggaranya Muktamar NU agar berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh semangat persaudaraan. Selain itu, rapat juga membahas evaluasi organisasi serta rencana penyegaran (reshuffle) kepengurusan sebagai langkah memperkuat efektivitas organisasi dan mengoptimalkan pelaksanaan program kerja PW GP Ansor Sulawesi Selatan.
Ketua PW GP Ansor Sulawesi Selatan, Muhammad Ridwan Yusuf, menegaskan bahwa GP Ansor Sulsel memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kondusivitas pelaksanaan Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama.
“Muktamar NU merupakan momentum penting dalam menentukan arah perjalanan Nahdlatul Ulama ke depan. Karena itu, GP Ansor Sulawesi Selatan siap mendukung penuh agar seluruh rangkaian Muktamar dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, serta mencerminkan nilai-nilai musyawarah dan persaudaraan.”
Muhammad Ridwan Yusuf juga menegaskan bahwa PW GP Ansor Sulawesi Selatan bersikap netral dan tidak memberikan dukungan kepada kandidat mana pun dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU.
“Sikap kami tegas, GP Ansor Sulawesi Selatan tidak berada dalam barisan pendukung kandidat mana pun. Kami berdiri di atas kepentingan organisasi dan menjaga marwah Nahdlatul Ulama. Fokus kami adalah menyukseskan Muktamar, menjaga persatuan warga NU, serta memastikan proses demokrasi organisasi berjalan dengan baik, bermartabat, dan penuh kekeluargaan.”
Ia berharap Muktamar Nahdlatul Ulama nantinya mampu menghasilkan keputusan-keputusan terbaik sekaligus melahirkan pemimpin yang amanah, visioner, dan mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin maju dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin PBNU adalah pilihan para muktamirin yang harus dihormati bersama. Semoga Muktamar berjalan lancar, penuh keberkahan, dan melahirkan kepemimpinan terbaik bagi Nahdlatul Ulama demi kemaslahatan umat, keutuhan bangsa, dan kemajuan Indonesia.”



