
Mediasahabat.com-Makassar,-“Pameran “JEJAK ARTEFAK AKULTURASI PANGAN: Artefak Produksi dan Niaga Pangan Kota Makassar 1880–1960” resmi dibuka di Museum Kota Makassar, Minggu (16/8/2026).
Pameran yang berlangsung pada 16–18 Agustus 2026, pukul 10.00–16.00 WITA, ini menghadirkan berbagai artefak yang merekam perjalanan sejarah produksi, perdagangan, konsumsi, serta proses akulturasi pangan di Kota Makassar dalam rentang waktu 1880–1960.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Yayasan Bentara Sejarah Sulawesi, Bapak Muhammad Rosyidi Hardhi, kemudian dilanjutkan sambutan Pembina Yayasan Bentara Sejarah Sulawesi, Bapak Ansar Mulkin Bas.
Pameran kemudian dibuka secara langsung oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, Bapak Sinatrio Dahuhadiningrat.
Dalam sambutannya, Sinatrio Dahuhadiningrat mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut sebagai salah satu bentuk upaya menghadirkan kembali sejarah kebudayaan melalui artefak yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ia mengapresiasi program yang menampilkan sejumlah artefak pangan sebagai bukti terjadinya proses akulturasi budaya di Kota Makassar, khususnya yang berkaitan dengan produksi dan perdagangan pangan.
Pameran ini tidak hanya menampilkan benda-benda bersejarah, tetapi juga mengajak masyarakat melihat pangan sebagai bagian dari perjalanan sejarah kota. Aktivitas produksi dan perdagangan pangan pada masa lalu menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok masyarakat, budaya, pengetahuan, teknologi, serta jaringan perdagangan yang kemudian membentuk karakter budaya pangan Kota Makassar.
Pembukaan pameran turut dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai latar belakang, antara lain seniman, pelajar, komunitas, praktisi kebudayaan, pemerhati sejarah, serta masyarakat umum.
Antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa artefak sejarah masih memiliki daya tarik dan relevansi yang kuat bagi masyarakat, terutama ketika disajikan dalam perspektif yang menghubungkan benda-benda tersebut dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat masa lalu.
Pameran “Jejak Artefak Akulturasi Pangan” diselenggarakan oleh Yayasan Bentara Sejarah Sulawesi sebagai salah satu lembaga penerima manfaat Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026, yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan.
Melalui pameran ini, Yayasan Bentara Sejarah Sulawesi berupaya mendorong pemanfaatan artefak dan sumber sejarah sebagai media edukasi publik sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya Kota Makassar.
Pameran terbuka untuk masyarakat umum dan dapat dikunjungi secara gratis di Museum Kota Makassar pada 16–18 Agustus 2026, pukul 10.00–16.00 WITA.
Tentang Yayasan Bentara Sejarah Sulawesi
Yayasan Bentara Sejarah Sulawesi merupakan lembaga yang memiliki perhatian pada pelestarian, pengelolaan, dokumentasi, dan pemanfaatan arsip serta artefak sejarah, khususnya yang berkaitan dengan sejarah sosial dan budaya Sulawesi Selatan. Melalui berbagai kegiatan pameran, edukasi, riset, dan program kebudayaan, yayasan berupaya mendekatkan warisan sejarah kepada masyarakat luas(**)



