Mediasahabat.com-Makassar,-“ Semangat menjaga kebersihan lingkungan terus digaungkan Pemerintah Kota Makassar melalui aksi nyata di ruang-ruang publik. Dalam rangka mendukung pelaksanaan World Cleanup Day (WCD) 2026 dan gerakan Indonesia Bersih 2029, Kepala DPMPTSP Kota Makassar bersama jajaran turut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih yang digelar secara serentak, Minggu (20/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar mendapat tanggung jawab untuk melakukan pembersihan di sepanjang kawasan Jalan R.A. Kartini hingga Jalan Kajaolalido, Kota Makassar.
Dengan penuh semangat kebersamaan, jajaran DPMPTSP turun langsung membersihkan sampah dan merapikan lingkungan di sepanjang area yang telah ditentukan.


Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebersihan kota sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Aksi tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan gotong royong membersihkan sampah. Lebih dari itu, momentum World Cleanup Day menjadi pengingat bahwa kebersihan kota merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Partisipasi DPMPTSP Kota Makassar juga menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan lingkungan yang melibatkan pemerintah daerah, perangkat daerah, masyarakat, komunitas, serta berbagai elemen lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam membangun budaya peduli lingkungan, khususnya di kawasan perkotaan yang menjadi ruang bersama bagi masyarakat.
Lingkungan yang bersih dan nyaman tentunya akan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi kenyamanan beraktivitas maupun dalam menciptakan kawasan perkotaan yang lebih sehat dan tertata.
Melalui momentum World Cleanup Day 2026, DPMPTSP Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadikan kepedulian terhadap kebersihan sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, mewujudkan kota yang bersih bukan hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan aksi nyata dari seluruh masyarakat.(**)




