Mediasahabat.com-Makassar-“Salah satu prioritas utama dalam perbaikan infrastruktur di Makassar adalah Pasar Terong. Munafri menyebut pasar ini sebagai barometer harga eceran di kota tersebut.
“Kalau menurut saya, Pasar Terong menjadi patokan harga eceran di sana. Kita akan mencoba mendapatkan dana dari APBN sambil menyiapkan dukungan dari APBD,” ujarnya.
Munafri menegaskan bahwa desain pasar yang baru harus mengutamakan sanitasi dan kenyamanan tanpa menghilangkan esensi pasar tradisional. Ia menekankan pentingnya pengaturan arus pengunjung agar pasar tetap ramai dan mudah diakses.
“Konsepnya adalah tradisional modern. Yang paling penting adalah sistem sanitasinya,” jelasnya.
Selain itu, ia mengusulkan agar renovasi pasar tidak dilakukan dengan model bangunan bertingkat seperti gedung konvensional, melainkan lebih menyerupai konsep ritel modern yang terbuka dan nyaman.
“Yang perlu diatur adalah alurnya, jangan membangun pasar seperti gedung bertingkat. Cukup seperti hall (Hypermart), tinggal ditata penempatannya, pencahayaan, dan sanitasi,” tambahnya.
Munafri juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat di pasar tradisional dengan melibatkan Balai Karantina, Dinas Kesehatan, serta Balai POM guna memastikan produk yang dijual aman bagi masyarakat.
“Di dalam pasar nanti harus ada pengawasan dari Balai Karantina, Dinas Kesehatan, dan Balai POM untuk memastikan bahan yang dijual tidak membahayakan masyarakat,” pungkasnya.(**)


