Mediasahabat.com-Makassar-“Mari kita semua bersama-sama membaca dan menyimak apa yang di bawakan dalam isi ceramah ini,ingat di baca sebelum khatib naik ke mimbar dan sampai di rumah lebih jelas:
Khutbah Pertama:
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, karena hanya dengan takwa kita akan selamat di dunia dan akhirat. Ramadhan baru saja berlalu, namun semangat dan nilai-nilai yang kita raih selama sebulan penuh hendaknya tidak ikut berlalu bersama waktu. Ramadhan adalah madrasah takwa, dan kini saatnya kita menjaga pakaian takwa itu di luar Ramadhan.
Taqwa, menurut Prof. Dr. Quraish Shihab, dapat dirangkum dalam tiga makna yang sangat dalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari:
- TA: Tawadhu’ – artinya merendahkan diri di hadapan Allah SWT dan juga di hadapan sesama manusia. Tawadhu’ bukan berarti lemah, tapi menyadari bahwa kita hanyalah hamba Allah yang penuh kekurangan dan senantiasa butuh pertolongan-Nya. Tawadhu’ akan membuat kita jauh dari sifat sombong, iri, dan dengki.
- Q: Qana’ah – artinya merasa cukup dengan nikmat-nikmat Allah SWT. Di bulan Ramadhan, kita belajar menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tapi juga dari sifat serakah dan rakus. Pasca Ramadhan, sifat qana’ah ini perlu kita pelihara. Namun qana’ah tidak berarti pasrah tanpa usaha, karena orang yang bertakwa tetap bekerja keras agar rezekinya bertambah sehingga bisa berbagi lebih banyak kepada orang lain.
- WA: Wara’ – artinya berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Kita menjaga diri dari perkara-perkara yang syubhat, apalagi yang haram. Wara’ membuat kita mawas diri agar ibadah-ibadah kita, termasuk puasa dan salat Tarawih yang telah kita lakukan selama Ramadhan,kalimat juga baca Qur’an dan sedekah lainnya selama bulan suci Ramadhan,tidak sia-sia dan benar-benar diterima oleh Allah SWT
Ma’asyiral Muslimin,
Taqwa adalah pakaian terbaik, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A’raf ayat 26:
“…Walibaasut-taqwaa dzalika khair…”
“…Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.”
Maka mari kita jaga pakaian itu agar tidak kotor kembali oleh maksiat, oleh kelalaian, atau oleh kebencian terhadap sesama.
Khutbah Kedua:
Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah,
Pasca Ramadhan adalah waktu ujian bagi ketulusan ibadah kita. Apakah ibadah kita hanya ritual tahunan atau menjadi gaya hidup yang konsisten? Orang-orang yang sukses adalah mereka yang istiqamah, menjaga rutinitas ibadah, menjaga lidah, hati, dan akhlaknya. Rasulullah SAW bersabda:
“Katakanlah aku beriman, lalu istiqamahlah.” (HR. Muslim)
Mari kita teruskan amalan-amalan Ramadhan: salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berinfak, bangun malam, dan menahan hawa nafsu.
Dan sebagai penutup, mari kita doakan agar Allah menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan, serta memberikan kekuatan untuk menjaga semangat takwa hingga akhir hayat kita.
Penutup:
Jangan lupa, untuk memperdalam pemahaman dan menambah semangat ukhuwah Islamiyah, hadirilah dan ramaikan shalat Jumat berjamaah setiap pekannya. Insya Allah, khutbah Jumat pada 18 April 2025 ini akan disampaikan oleh:
Drs. KH. Muh. Nurullah HD, M.Pd.
(Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Sulsel, Pimpinan Pesantren Ulul Albab Makassar & Pesantren Bukit Tassese Gowa)
di Masjid Rahmatullah, Prumnas Sudiang Makassar.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang bertakwa dan istiqamah hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.(Nurullah)


