Mediasahabat.com-Makassar —” Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta kembali menorehkan sejarah dengan meresmikan gedung kantor cabang baru di Kota Makassar. Acara peresmian yang berlangsung pada Selasa (23/9/2025) di Jl. Perintis Kemerdekaan Km 13, tepat di depan Kantor Imigrasi, dihadiri langsung oleh Sekretaris Kementerian Koperasi Republik Indonesia, H. Ahmad Zabadi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, S.STP., M.Si. Turut mendampingi Camat Biringkanaya Juliaman, S.Sos, Sekcam, Lurah Berua, Babinsa, Binmas Kelurahan Berua, para Deputi Bidang Koperasi RI, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus KSP Balo’ta, Dedi Bongga, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian ini. Ia menegaskan bahwa KSP Balo’ta yang berdiri sejak 1 Mei 1941 kini telah berkembang pesat dengan aset mencapai Rp1,81 triliun, serta memiliki 56 kantor cabang di tujuh provinsi se-Indonesia.

“Kami haturkan terima kasih atas kehadiran Bapak Sekjen Kementerian Koperasi RI. Kehadiran ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan koperasi. Kami juga mohon bimbingan dan arahan agar KSP Balo’ta semakin kokoh, khususnya di Kota Makassar,” ujar Dedi Bongga.
Sekretaris Kementerian Koperasi RI, H. Ahmad Zabadi, dalam arahannya menyampaikan salam dari Menteri Koperasi dan UKM RI yang berhalangan hadir. Ia memberikan apresiasi atas kiprah panjang KSP Balo’ta yang kini menginjak usia 84 tahun.
“Pondasi kekuatan koperasi terletak pada anggotanya. KSP Balo’ta telah membuktikan bahwa dengan kebersamaan, koperasi bisa tumbuh besar dan berkontribusi nyata bagi perekonomian bangsa. Kami berharap progres yang telah dicapai bisa semakin ditingkatkan, terlebih dengan hadirnya kantor cabang baru di Makassar,” ungkap Ahmad Zabadi.

Acara peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan langsung fasilitas gedung kantor cabang baru KSP Balo’ta Makassar. Kehadiran kantor ini diharapkan semakin memudahkan pelayanan kepada anggota dan masyarakat, sekaligus memperkuat peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(an)

