Mediasahabat.com-Maros “– Pengurus Remaja Masjid Al Manar Lingkungan Kassi Lama, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Sabtu (13/9/2025).

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ismail bin Usman, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus masjid, Anregurutta Sayyid Alimuddin Assaggaf (Puang Gading). Dalam arahannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Kassi Lama, khususnya jamaah Masjid Al Manar yang telah berpartisipasi dan bersedekah dalam kegiatan maulid.

“Insya Allah, sedekah yang diberikan akan menjadi amal jariyah. Ada dua hal yang harus kita pahami: bagaimana kita menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta bagaimana kita menjaga kebersamaan dalam masyarakat. Kami juga memohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ungkapnya.
Acara inti diisi dengan tausiyah agama oleh Dr. Abdul Kadir Ibrahim, S.Ag., M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa salah satu bukti mencintai Rasulullah SAW adalah dengan gemar bersedekah, terutama dalam momentum peringatan maulid.
Lebih lanjut, ia menjelaskan perjalanan masuknya Islam ke Indonesia, termasuk ke wilayah Sulawesi Selatan. Para ulama terdahulu tidak asal berdakwah, tetapi menggunakan strategi yang bijak, sehingga Islam dapat diterima dan berkembang di tengah masyarakat Bugis-Makassar.

Dalam tausiyahnya, beliau juga mengurai simbol makna telur dalam tradisi maulid:
1. Kulit telur melambangkan rukun Islam yang menjadi fondasi utama.
2. Putih telur melambangkan iman yang harus dijaga kesuciannya.
3. Kuning telur melambangkan ihsan, yakni puncak keimanan ketika seseorang beribadah seolah-olah melihat Allah.
Telur tersebut kemudian ditancapkan menggunakan bambu pada batang pisang. Filosofinya, pohon pisang memiliki banyak manfaat dari akar hingga daunnya, dan setelah berbuah ia akan meninggalkan tunas baru. Hal ini menjadi simbol bahwa seorang Muslim harus berusaha meninggalkan generasi yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan barzanji maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan ini berlangsung khidmat dan meriah, serta dihadiri oleh para tokoh masyarakat, ulama, dan unsur tripilar Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale.


