Mediasahabat.com-Maros,-“ Direktur Utama PT Anugrah Bersama Perkasa, Hj. Andi Hikmayani Pung Sudarmin, menjelaskan bahwa air minum alkali Hplus dengan pH 9+ dirancang untuk menunjang kesehatan masyarakat, baik sebagai pendukung pemulihan bagi yang telah mengalami gangguan kesehatan maupun sebagai langkah pencegahan sejak dini.
“Air Hplus dengan pH 9+ kami hadirkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh. Tidak hanya untuk membantu masyarakat yang sudah mengalami gangguan kesehatan tertentu, tetapi juga sangat baik dikonsumsi sebagai langkah pencegahan lebih awal agar tubuh tetap seimbang dan sehat,” ungkapnya.

Menurutnya, menjaga keseimbangan pH tubuh merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung fungsi organ dan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, konsumsi air minum berkualitas dengan standar keamanan pangan yang jelas menjadi kebutuhan penting di tengah pola hidup masyarakat modern.
Sejalan dengan komitmen tersebut, PT Anugrah Bersama Perkasa menerima kunjungan Tim Auditor Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor dalam rangka pelaksanaan audit sertifikasi ISO 22000:2018. Audit ini berlangsung selama empat hari, mulai 28 hingga 31 Januari 2026, di fasilitas operasional perusahaan di Kabupaten Maros.

Audit yang dilakukan mencakup pemeriksaan dokumen sistem manajemen keamanan pangan, penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), pengendalian risiko keamanan pangan, serta kesiapan sumber daya manusia dalam menjalankan standar operasional perusahaan.
Melalui pelaksanaan audit tersebut, PT Anugrah Bersama Perkasa menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu, keamanan, dan konsistensi proses produksi, khususnya pada produk air minum alkali Hplus yang telah mengantongi sertifikasi Halal MUI, izin BPOM, serta sertifikasi ISO 22000:2018.
Adapun pihak yang hadir dalam kegiatan audit tersebut, yakni Nobel Christian Siregar selaku Ketua Tim Auditor SNI dan Surveilans ISO 22000:2018, Fauzia Dara Qonita sebagai Auditor, Frans Jepry selaku PPC/Petugas Pengambil Contoh, serta Muhamad Faisal Kurniawan sebagai Konsultan SNI… (**/an)


