
Mediasahabat.com-Luwu Utara, – Kepergian mantan Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi, pada Selasa (7/7/2026) di usia 73 tahun meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Luwu Utara. Sosok yang dikenal santun, sederhana, dan berpengalaman di dunia birokrasi ini telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Lahir di Sabbang pada 17 Agustus 1952, Arifin Junaidi mengawali karier sebagai aparatur sipil negara. Berkat dedikasi dan kepemimpinannya, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan pemerintahan sebelum akhirnya menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan Kabupaten Luwu Utara.
Karier politiknya semakin bersinar ketika dipercaya menjadi Wakil Bupati Luwu Utara periode 2005–2010. Lima tahun kemudian, masyarakat memberikan amanah yang lebih besar dengan memilihnya sebagai Bupati Luwu Utara periode 2010–2015.
Selama memimpin Luwu Utara, Arifin Junaidi dikenal sebagai pemimpin yang memberi perhatian pada pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, serta mendorong kemajuan daerah melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Pengalamannya sebagai birokrat menjadikan setiap kebijakan yang diambil berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat.
Di luar jabatannya sebagai kepala daerah, Arifin Junaidi juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan politik. Pemikiran, pengalaman, serta sikapnya yang bijaksana membuatnya dihormati oleh banyak kalangan, baik sebagai pemimpin maupun sebagai tokoh masyarakat.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai bupati, Arifin Junaidi tetap aktif memberikan perhatian terhadap perkembangan Luwu Utara. Pandangan dan masukannya kerap menjadi referensi bagi generasi penerus dalam membangun daerah.
Arifin Junaidi mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Jenazah kemudian diberangkatkan ke kampung halamannya di Desa Pombaniki, Kecamatan Sabbang Selatan, untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Kepergian Arifin Junaidi menjadi kehilangan besar bagi Luwu Utara. Namun, dedikasi, keteladanan, serta pengabdiannya akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah perjalanan pembangunan daerah.
Selamat jalan, Arifin Junaidi. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan untuk Luwu Utara. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.(**)



