Mediasahabat.com-Barru ,-“Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait aktivitas PT Conch di Kabupaten Barru berubah menjadi ajang ketegangan terbuka. Forum yang digelar di DPRD Barru itu diwarnai adu argumen sengit hingga berujung ricuh.
Sejak awal, jalannya rapat sudah menunjukkan dinamika tinggi. Sejumlah pihak menyuarakan dukungan terhadap keberadaan investasi PT Conch, namun di sisi lain, kritik tajam datang dari perwakilan Gabungan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Barru (Gappembar).
Dalam forum tersebut, Gappembar menyoroti dugaan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh perusahaan. Mereka juga mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk penerbitan surat peringatan.
Ketegangan memuncak saat tuntutan tersebut tidak mendapat jawaban yang dianggap memuaskan. Perwakilan Gappembar kemudian memilih keluar dari ruang rapat sebagai bentuk protes.
Aksi walk out itu memicu reaksi keras dari peserta lain. Suasana forum langsung memanas, bahkan sempat terjadi aksi kejar-kejaran yang nyaris berujung bentrokan fisik sebelum aparat kepolisian turun tangan meredam situasi.
Pimpinan rapat beberapa kali mencoba menenangkan forum, namun kondisi sempat tak terkendali hingga rapat harus diskors sementara. Setelah situasi kondusif, RDP kembali dilanjutkan.
Peristiwa ini mencerminkan kuatnya tarik-menarik kepentingan terkait keberadaan PT Conch di Barru. Di satu sisi, investasi dianggap membawa dampak ekonomi, namun di sisi lain, tuntutan transparansi dan kepatuhan terhadap kewajiban hukum menjadi sorotan utama.
RDP yang diharapkan menjadi ruang dialog justru berubah menjadi simbol belum selesainya polemik di tengah masyarakat.(“”)


