Mediasahabat.com-Makassar-“Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi meluncurkan Balla Sibaliparri sebagai rumah sehat dan Kebun Keluarga sebagai sumber pangan bergizi di Pulau Barrang Lompo, Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar.
Kegiatan peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan mitra pendukung, di antaranya perwakilan Wali Kota Makassar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Camat Kepulauan Sangkarrang Andi Ashdar, S.E., Kapolsubsektor Barrang Lompo, Kepala Puskesmas Barrang Lompo, Ketua Kader Pembangunan Manusia, serta tokoh masyarakat H. Sahabuddin.
Rumah Sehat dan Kebun Gizi untuk Pulau Sehat
Dosen pendamping Tim PPK Ormawa, Dr. Idham Irwansyah Idrus, S.Sos., M.Pd, menjelaskan bahwa Balla Sibaliparri dirancang sebagai rumah sehat dengan konsep gotong royong dan kepedulian sosial. Rumah ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan seperti alat ukur bayi dan timbangan bayi yang disediakan oleh tim mahasiswa bersama para mitra.

“Konsep Balla Sibaliparri bermakna rumah tempat saling tolong menolong dan menjaga. Di dalamnya tersedia fasilitas sederhana untuk pemeriksaan bayi, yang menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting,” jelas Dr. Idham.
Selain itu, ia juga memaparkan bahwa Kebun Gizi Keluarga yang diresmikan hari itu memiliki konsep serupa dengan green house yang mendukung visi misi Wali Kota Makassar “MULIA” (Munafri & Aliyah). Program ini tidak berhenti pada peresmian, tetapi juga akan dilanjutkan dengan pelatihan bagi warga agar mampu mengelola kebun gizi secara berkelanjutan.
Pemerintah Apresiasi dan Dukung Keberlanjutan
Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Ashdar, S.H menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa UNM atas dedikasi mereka dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat pulau.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa dan dosen pendamping atas program luar biasa ini. Saya berharap masyarakat dan RT/RW ikut menjaga kebersihan serta keberlanjutan Balla Sibaliparri agar manfaatnya terus dirasakan,” ujar Andi Ashdar.
Sementara itu, Wali Kota Makassar melalui perwakilannya, Dr. H. Ahmad Ashari, menegaskan bahwa program Balla Sibaliparri dan Kebun Keluarga merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya pemerintah menuju zero stunting di wilayah kepulauan.
“Program ini sejalan dengan komitmen Pemkot Makassar dalam mewujudkan kelurahan sehat dan bebas stunting. Kami berharap cakupan manfaatnya bisa semakin luas,” ungkap Ahmad Ashari.
Ia turut memaparkan data terbaru, bahwa dari 77.981 balita di Kota Makassar, terdapat 3.022 balita (3,88%) yang terindikasi stunting. Sementara di Kecamatan Sangkarrang, tercatat 125 balita (14,9%) dari total 859 balita yang terukur mengalami kondisi serupa.


