
Mediasahabat.com-Makassar,-Kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Jalan Poros Paccerakkang RT 008/RW 006, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, pada Kamis malam, 20 Agustus.
Peristiwa yang terjadi pada malam hari tersebut menghanguskan empat rumah semi permanen dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar sekitar pukul 21.56 Wita.

Petugas Damkarmat langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak 35 personel dengan 13 unit armada pemadam dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Setelah berjibaku dengan api, kondisi kebakaran berhasil dikuasai sekitar pukul 22.54 Wita.
Namun, kejadian tersebut menyisakan duka. Yusran (41), seorang penyandang disabilitas, dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Sementara itu, seorang korban lainnya bernama Sri harus mendapatkan penanganan medis dan telah dibawa ke Rumah Sakit Tajuddin.
24 Warga dari 6 KK Terdampak
Kebakaran tersebut berdampak terhadap enam kepala keluarga dengan total 24 orang. Mereka masing-masing:
Fadillah: 5 orang
Nur Faidah: 3 orang
Abd. Rajab: 5 orang
Ardi (istri Riska): 4 orang
Edward: 7 orang
Dg. Intang: 2 orang
Kobaran api yang terjadi pada malam hari sempat membuat warga sekitar panik. Petugas pemadam bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan pemadaman sekaligus memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi.
Lintas Instansi Turun Langsung
Penanganan kebakaran turut melibatkan berbagai unsur pemerintah dan keamanan. Hadir di lokasi antara lain Kadis Damkar, BPBD Kota Makassar, Camat Biringkanaya, Polsek Biringkanaya, lurah berua, Lurah Katimbang, Kasi Trantibum Kecamatan Biringkanaya, BKO Satpol PP Kecamatan Biringkanaya, Satlinmas Kelurahan Berua, staf Kelurahan Berua, Tripilur Kelurahan Berua, Ketua RT 008/RW 006 Kelurahan Berua, serta KSB Kelurahan Katimbang.
Setelah api berhasil dikuasai, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Penyebab pasti kebakaran serta total kerugian materiil masih dalam pendataan. Sementara itu, perhatian dan penanganan terhadap warga terdampak menjadi salah satu prioritas pascakejadian.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman dengan bangunan semi permanen.(**)



