
Mediasahabat.com-Makassar,-“ Pemerintah Kota Makassar mulai melakukan uji kesesuaian dan kompetensi atau job fit terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II), Rabu (19/8/2026).
Proses ini menjadi bagian dari evaluasi kinerja sekaligus pemetaan pejabat untuk memastikan penempatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai kebutuhan organisasi dan mendukung pencapaian program prioritas Pemerintah Kota Makassar.
Sebanyak 40 pejabat Eselon II mengikuti tahapan job fit yang dilaksanakan selama tiga hari. Dari total 42 posisi Eselon II, terdapat dua jabatan yang masih kosong, yakni Asisten I dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar.
Sekretaris Daerah Kota Makassar sekaligus Ketua Tim Seleksi, Andi Zulkifly, mengatakan proses job fit dilakukan melalui dua metode utama, yakni wawancara dan penelusuran rekam jejak.
“Ini dalam rangka mengevaluasi kerja-kerja kepala SKPD, kemudian menyesuaikan atau mengoptimalkan kerja-kerja OPD dalam rangka pelaksanaan program-program prioritas dan program-program lain yang sudah ditetapkan oleh kota,” ujar Andi Zulkifly di Kantor Balai Kota Makassar.
Tujuh anggota Tim Seleksi terlibat dalam proses tersebut. Mereka terdiri atas Andi Zulkifly, Marwan Mansyur, Andi Hudly Huduri, Prof. Aswanto, Prof. Batara, Prof. Idris, dan Prof. Amir Ilyas.
Pada dua hari pertama, peserta menjalani wawancara. Setiap pejabat diwawancarai oleh tiga anggota pansel untuk menggali berbagai aspek terkait kinerja dan kapasitas masing-masing.
Sejumlah indikator menjadi bahan penilaian, antara lain kinerja dan dampaknya terhadap program prioritas, pengawasan dan pembinaan, inovasi, realisasi anggaran, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas.
Peserta juga diberikan kesempatan menjelaskan inovasi yang telah dilakukan, kendala yang dihadapi, serta kesesuaian antara kompetensi dan jabatan yang saat ini diemban.
“Jadi kami tanya bagaimana inovasi yang dibuat, realisasi anggaran, apa tantangannya, kemudian apakah peserta merasa cocok di posisi itu atau ada keinginan untuk pindah, dan kira-kira cocoknya ke mana. Itu menjadi bahan untuk disampaikan kepada Pak Wali,” jelasnya.
Sementara pada hari ketiga, Tim Seleksi akan melakukan penelusuran rekam jejak peserta, meliputi aspek administrasi, jenjang jabatan, pengalaman kerja, hingga pangkat.
Seluruh hasil wawancara dan rekam jejak kemudian akan dituangkan dalam laporan penilaian dan rekomendasi. Setiap anggota pansel akan memberikan nilai sekaligus catatan terhadap masing-masing peserta.
Andi Zulkifly menjelaskan, hasil penilaian tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam menentukan pemetaan dan penempatan pejabat.
“Ada penilaian, ada nilai, kemudian ada catatan untuk rekomendasi. Itu akan menjadi bahan pertimbangan Pak Wali Kota,” katanya.
Setelah seluruh tahapan selesai, hasil job fit akan diserahkan kepada Wali Kota Makassar untuk selanjutnya dilakukan pemetaan sesuai kebutuhan organisasi.
“Pak Wali nanti rapat lagi dengan membawa bahan tersebut. Kemudian dilihat, oh ini cocok di sini, ini cocok di sini. Jadi pemetaannya ada di Pak Wali,” pungkasnya.
Melalui proses tersebut, Pemkot Makassar berharap penempatan pejabat Eselon II dapat semakin tepat, efektif, dan selaras dengan kebutuhan organisasi serta target pembangunan Kota Makassar.(**)



