KHUTBAH JUMAT
Makassar, 16 Oktober 2025
Oleh: Drs. KH. Muhammad Nurullah, HD. M.Pd
Khutbah Pertama
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa, hidup kita akan penuh berkah dan selamat dunia serta akhirat.
Pada kesempatan Jumat yang penuh barakah ini, khatib ingin mengingatkan diri sendiri dan jamaah sekalian tentang “Menjaga Dua Pintu” — yakni pintu masjid dan pintu toilet, dua tempat yang sangat berbeda, namun sama-sama mengandung pelajaran tentang adab dan kebersihan dalam Islam.
Pertama: Pintu Masjid
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita agar ketika masuk ke masjid, mendahulukan kaki kanan dan membaca doa:
“Allahumma iftah li abwāba rahmatik.”
“Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.”
Dalam beberapa riwayat juga disunnahkan menambah dengan doa memohon keutamaan, rezeki, dan surga Allah.
Masjid adalah rumah Allah. Maka siapa yang memuliakan masjid, berarti dia memuliakan syiar-syiar Allah. Ketika kita melangkah masuk dengan adab, kita tidak sekadar melewati pintu fisik, tapi memasuki pintu rahmat dan keberkahan.
Sebaliknya, ketika keluar dari masjid, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mendahulukan kaki kiri sambil berdoa:
“Allahumma inni a‘ūdzu bika minasy syaithāni rrajīm.”
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan yang terkutuk.”
Hal ini mengajarkan kepada kita agar selepas dari rumah Allah, kita tetap menjaga diri dari bisikan-bisikan setan dan terus membawa ketenangan yang telah kita dapatkan di dalam masjid.
Kedua: Pintu Toilet
Saudara-saudara kaum Muslimin yang dimuliakan Allah,
Islam adalah agama yang sangat menjaga kebersihan dan kesucian. Rasulullah SAW bersabda:
“Ath-thahuru syathrul iman” — “Kebersihan adalah separuh dari iman.”
Maka, saat kita memasuki kamar mandi atau toilet, Rasulullah mengajarkan agar mendahulukan kaki kiri dan membaca doa:
“Allahumma inni a‘ūdzu bika minal khubutsi wal khabāits.”
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan laki-laki dan perempuan.”
Adapun ketika keluar, kita mendahulukan kaki kanan sambil membaca:
“Alhamdulillahil-ladzi adzhaba ‘annil adzā wa ‘āfāni.”
“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoran dari diriku dan menyehatkanku.”
Betapa indahnya Islam mengatur adab bahkan untuk urusan yang dianggap kecil oleh manusia. Dari hal yang paling sederhana pun, Islam menanamkan nilai kesucian, kesehatan, dan kesyukuran.
Wahai jamaah Jumat rahimakumullah,
Menjaga dua pintu ini — pintu masjid dan pintu toilet — mengajarkan keseimbangan hidup seorang Muslim: antara kesucian lahir dan batin, antara hubungan dengan Allah dan kepedulian terhadap kebersihan diri.
Barang siapa menjaga dua pintu ini dengan adab dan doa, insya Allah ia akan mendapat dua balasan: pahala dan kesehatan.
Khutbah Kedua
الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله، أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita jaga adab-adab kecil ini agar menjadi pembuka pintu rahmat Allah dalam kehidupan kita. Jangan remehkan amalan ringan, sebab bisa jadi dari satu langkah kaki kanan menuju masjid, Allah bukakan seribu kebaikan bagi kita.
Semoga kita semua senantiasa dalam bimbingan Allah, dijaga dari kotoran lahir dan batin, serta dimasukkan ke dalam pintu surga-Nya kelak di hari akhir.
اللهم اجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه، واغفر لنا ذنوبنا، وتوفنا مع الأبرار، وادخلنا الجنة مع الأبرار.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.


