Mediasahabat.com-makassar” — Dalam upaya mengoptimalkan peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen filantropi Islam yang berdaya guna tinggi untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat, BAZNAS Kota Makassar memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Makassar.
Rabu pagi, 3 Juli 2025, jajaran BAZNAS Makassar melakukan audiensi bersama Sekretaris Daerah Kota Makassar, Dr. Andi Zulkifly Nanda, S.STP, M.Si di Kantor Balai Kota. Kehadiran BAZNAS Makassar dipimpin langsung oleh Ketua H. Ashar Tamanggong, didampingi Wakil Ketua I Ahmad Taslim, Wakil Ketua II Syaharuddin Mayang, dan Wakil Ketua III Waspada Santing. Turut hadir pula Kabag Pengumpulan Darmawati, Kabag Pelaporan dan Keuangan, serta staf pelaksana Syarifuddin Pattisahusiwa.
Audiensi tersebut disambut hangat oleh Sekda Kota Makassar yang didampingi Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Muh. Syarif. Dr. Andi Zulkifly menyatakan dukungan penuh terhadap peran aktif BAZNAS dalam mendukung misi Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham.
“ZIS memiliki peran penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kami mendukung penuh pelibatan BAZNAS Makassar, apalagi program-programnya sejalan dengan visi misi pembangunan kota, termasuk peningkatan layanan dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan perlindungan kelompok rentan,” ujarnya.
Mantan Kepala Bappeda itu juga menegaskan pentingnya keterlibatan ASN dalam membayar ZIS melalui BAZNAS. “Kami akan mendorong ASN muslim di lingkup Pemkot Makassar untuk menunaikan kewajiban ZIS sesuai syariat Islam. Namun ini harus melalui pembahasan bersama dan sistem pengelolaan yang transparan,” tambahnya.
Kabag Kesra Muh. Syarif turut menegaskan bahwa selama ini BAZNAS Makassar telah banyak membantu program sosial Pemkot. “Kontribusi BAZNAS sangat terasa, baik dalam penanganan kebakaran, banjir, bantuan UMKM, hingga pengentasan kemiskinan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Makassar H. Ashar Tamanggong menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Walikota Makassar. “Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam optimalisasi pengumpulan ZIS dari ASN muslim Pemkot. Harapannya, target capaian ZIS bisa mencapai 100 persen,” jelasnya.
Doktor jebolan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan bahwa sebelum pemotongan ZIS sebesar 2,5 persen dari gaji pokok ASN dilakukan, BAZNAS akan melaksanakan sosialisasi dan rapat koordinasi bersama OPD.
“Insya Allah jika ini terwujud, maka Makassar bisa menjadi kota yang MULIA (Makassar Unggul Lewat Infaq dan Amal). Kami juga mengusulkan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terpusat di Pemkot, dan meminta Bapak Sekda sebagai Ketua UPZ-nya. Dari total pengumpulan, 70 persen akan dialokasikan untuk mendukung program Pemkot Makassar,” tutupnya.(**)


