Mediasahabat.com-Makassar,– Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin Jompa, mengajak mahasiswa untuk meningkatkan literasi keuangan dan membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak sejak dini. Kemampuan memahami dan mengatur keuangan dinilai penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi serta merencanakan masa depan.
Upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan terus didorong melalui kolaborasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sinergi keempat lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, agar semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga mencakup kecakapan dalam menyusun anggaran, menentukan prioritas kebutuhan, membangun kebiasaan menabung, serta memahami risiko dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.
Bagi mahasiswa, pemahaman tersebut menjadi bekal penting untuk membentuk kemandirian finansial. Dengan kemampuan mengelola uang secara tepat, mahasiswa diharapkan mampu menghindari perilaku konsumtif, lebih cermat dalam mengambil keputusan keuangan, dan mempersiapkan kebutuhan masa depan.
Di tengah perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat, generasi muda juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, termasuk penipuan keuangan dan tawaran investasi yang tidak jelas. Sikap kritis dan pemahaman yang memadai menjadi kunci agar kemudahan akses layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara positif.
Penguatan literasi keuangan juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari lembaga pemerintah, regulator sektor keuangan, perguruan tinggi, hingga keluarga.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun masyarakat yang semakin cerdas dalam mengambil keputusan finansial.
Sebagai bagian dari lingkungan akademik, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga memiliki kecakapan praktis dalam mengelola keuangan pribadi.
Melalui peningkatan literasi finansial, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya keuangan, sekaligus mampu berkontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional.
Literasi keuangan bukan sekadar kemampuan mengelola uang, melainkan langkah penting membangun kemandirian ekonomi dan mempersiapkan masa depan generasi muda yang lebih baik.(an)




