Mediasahabat.com-Makassar.-“Menanggapi laporan masyarakat mengenai keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang meresahkan di sekitar Jalan Ratulangi, Pemerintah Kecamatan Mariso bergerak cepat melakukan tindakan pengamanan. Pasien yang diketahui bernama Abdul Kadir tersebut dievakuasi untuk memastikan ketertiban lingkungan sekaligus memberikan hak perawatan medis yang layak.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tindak lanjut atas arahan langsung Camat Mariso Andi Syahrir Mappatoba SE. Kasi Trantib Rusdi memimpin proses evakuasi dengan mengedepankan sisi kemanusiaan dan protokol keamanan yang ketat.
Camat Mariso Andi Syahrir Mappatoba SE. Menegaskan bahwa setiap penanganan ODGJ di wilayahnya harus dilakukan secara terukur dan sesuai dengan regulasi yang ada.
”Keselamatan warga adalah prioritas, namun kita juga wajib memanusiakan saudara-saudara kita. Saya instruksikan jajaran bertindak cepat namun tetap patuh pada aturan, mulai dari koordinasi dengan Dinas Sosial hingga pemeriksaan medis,” tegas Camat Mariso.
Kendala Identitas dan Peran Aktif Lurah
Dalam proses evakuasi, sempat ditemukan kendala administratif. Pasien, Abdul Kadir, ditemukan tanpa identitas fisik (KTP). Namun, Lurah Panambungan, Ibu Andi Tenri Leleang, ST., memberikan keterangan bahwa yang bersangkutan adalah benar warga Kelurahan Panambungan.
Meskipun KTP miliknya hilang, data Abdul Kadir masih tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) dan memiliki rekam medis di Puskesmas Pertiwi. Guna kelancaran administrasi, Ibu Lurah pun berkoordinasi dengan pihak Capil untuk pencetakan ulang KK pasien.
Prosedur Medis dan Dinamika di RS Dadi
Sesuai prosedur, Abdul Kadir dibawa terlebih dahulu ke Puskesmas Pertiwi untuk pemeriksaan fisik. Setelah dinyatakan stabil secara medis, tim melanjutkan rujukan ke Rumah Sakit Dadi.
Di RS Dadi, proses rujukan sempat mengalami hambatan karena pihak rumah sakit awalnya enggan menerima pasien yang tidak didampingi pihak keluarga. Namun, berkat koordinasi intensif dan gerak cepat Ibu Lurah Panambungan bersama Ketua RW setempat dalam mendatakan serta menghubungi keluarga pasien, Abdul Kadir akhirnya resmi diterima sebagai pasien untuk menjalani perawatan intensif.
Sinergi Lintas Sektor
Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kolaborasi solid antara:
Tim Medis Puskesmas Pertiwi
Lurah Panambungan (Ibu Andi Tenri Leleang, ST.)
Ketua RW Setempat
Personel BKO Satpol PP Kecamatan Mariso
Saat ini, Abdul Kadir telah mendapatkan penanganan medis di RS Dadi. Tindakan responsif ini diharapkan dapat mengembalikan ketenangan di tengah masyarakat sekaligus memberikan akses pengobatan yang layak bagi warga yang membutuhkan.(**)


