Mediasahabat.com-Makassar-“– Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, angkat bicara terkait insiden kebocoran pipa minyak milik PT Vale yang mencemari lahan pertanian warga. Kejadian ini mendapat sorotan tajam karena minyak yang bocor mengalir langsung ke sawah dan kebun masyarakat, berpotensi merusak kesuburan tanah serta mengancam ketahanan pangan lokal.
“Ini bukan hanya soal pencemaran, tapi juga ancaman serius terhadap sektor pertanian kita. Minyak yang langsung mencemari sawah akan merusak tanah dan membuat petani gagal panen. Apalagi ini terjadi di tengah upaya kita mendorong swasembada pangan di Sulawesi Selatan,” tegas Yasir, Senin (25/8/2025).
Yasir menekankan PT Vale harus segera mengambil langkah darurat untuk menghentikan kebocoran dan menangani dampak lingkungan yang ditimbulkan. Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib para petani yang menjadi korban.
“Kasihan warga, apalagi lahan sawah dan kebun mereka ikut terdampak. Harus ada tanggung jawab nyata dari pihak perusahaan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban terus-menerus akibat kelalaian teknis,” tambahnya.
Selain meminta tanggung jawab perusahaan, Yasir mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan investigasi serta pemulihan kondisi lahan yang tercemar. Menurutnya, kebocoran pipa minyak tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa, terlebih jika berdampak langsung terhadap pertanian.
“Kalau kita serius ingin mencapai swasembada pangan, maka perlindungan terhadap lahan pertanian harus menjadi prioritas. Kita tidak bisa membiarkan infrastruktur industri merusak sumber kehidupan petani,” pungkasnya.


