Mediasahabat.com-Makassar-“
Khutbah Pertama
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dialah yang telah mewajibkan ibadah haji bagi hamba-hamba-Nya yang mampu, dan menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam yang mulia. Kita bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan diri kita dan dari keburukan amal perbuatan kita. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk.9/5/2025
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada beliau, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Pada kesempatan kali ini, marilah kita merenungkan sebuah tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat kita: tradisi baca-baca atau pembacaan doa dan Kitab Barzanji bagi calon jamaah haji.
Sudah menjadi kebiasaan sejak dahulu, bahwa ketika seseorang akan berangkat menunaikan ibadah haji, keluarga yang ditinggalkan mengadakan acara doa bersama. Biasanya yang dibaca adalah Kitab Barzanji, sebuah karya klasik yang menceritakan sejarah hidup Rasulullah SAW dan diselipi dengan pujian-pujian kepada beliau.
Tradisi ini dilakukan dengan harapan agar perjalanan haji sang tamu Allah diberkahi, dilindungi, dan diberikan kelancaran. Lebih dari itu, bacaan tersebut menjadi bentuk doa dan cinta dari keluarga yang ditinggalkan.
Ada sebuah kisah yang menarik, sebagaimana yang pernah diceritakan oleh seorang jamaah haji. Ketika ia telah tiba kembali di tanah air, ia berkata, “Setiap malam Jumat saat di Tanah Suci, kami selalu merasa kenyang, seakan ada yang menghidangkan makanan bagi kami.”
Lalu ada yang menjawab, “Mungkin itulah hikmahnya jika dibacakan Barzanji dan doa-doa dari keluarga.”
Ini menjadi pengingat bagi kita, bahwa doa dari orang-orang tercinta yang ditinggalkan memiliki kekuatan yang luar biasa. Ia bisa menjadi bekal spiritual bagi para tamu Allah di tanah suci.
Ma’asyiral Muslimin,
Tradisi seperti ini bukanlah hal yang perlu diperdebatkan jika niat dan tujuannya baik. Membaca Barzanji bukan sekadar ritual, tetapi menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan keluarga di tanah air dengan yang sedang menunaikan ibadah suci di Mekah dan Madinah.
Maka dari itu, marilah kita lestarikan tradisi-tradisi baik ini, tentu dengan menyesuaikannya dengan nilai-nilai syariah. Jangan biarkan ia menjadi kebiasaan kosong tanpa makna. Isilah dengan ketulusan, doa yang khusyuk, dan keikhlasan hati.
Khutbah Kedua
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Ibadah haji adalah puncak dari ketaatan seorang Muslim. Ia bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan ruhani. Maka doa dan dukungan dari keluarga adalah bagian penting dari keberhasilan spiritual seorang jamaah.
Mereka yang tinggal di tanah air pun bisa merasakan keberkahan ibadah haji jika tetap terhubung dengan ikatan ruhani, melalui doa, bacaan shalawat, dan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Barzanji.
Marilah kita berdoa kepada Allah, agar jamaah haji dari negeri kita diberikan kesehatan, kemudahan, dan haji yang mabrur. Dan bagi kita yang belum berangkat, semoga Allah memberi kemampuan dan kesempatan untuk menunaikannya.
اللهم اجعل حجهم مبروراً، وسعيهم مشكوراً، وذنبهم مغفوراً، وعودهم سالماً إلى أهلهم وأحبابهم.
Ya Allah, jadikanlah haji mereka haji yang mabrur, usaha mereka diterima, dosa mereka diampuni, dan kembalikan mereka ke keluarga mereka dengan selamat dan penuh berkah.
Amin ya Rabbal ‘alamin.(**)


