Mediasahabat.com-Makassar-“Tahukah kamu di era disrupsi ini ada satu keterampilan yang direkomendasikan para ahli untuk dipelajari? Keterampilan tersebut adalah Copywriting.
Sebelum menelusuri lebih jauh, kita harus mengetahui apa itu Copywriting. Definisi Copywriting menurut Ananda (1978, h. 63) menyatakan, “Teks adalah sederetan kata atau kalimat yang menjelaskan suatu barang atau jasa untuk tujuan tertentu. Bahasa yang digunakan untuk penyusunan teks pada iklan hendaknya sederhana, jelas, singkat dan tepat serta memiliki daya tarik pada kalimatnya”.
Kekuatan narasi, teks, atau diksi (pilihan kata) dari sebuah iklan membuat banyak orang terpengaruh untuk berbuat seperti yang dikehendaki pesan iklan tersebut. Kadang bisa dirasakan halus, sedikit mengajari, satu sisi dirasakan sebagai sebuah perintah (Agustrijanto, 2006. h. 3-5).
Masih menurut Agustrijanto dalam buku ”Copywriting ; Seni Mengasah Kreativitas dan Memahami Bahasa Iklan (2006, h. 33)”, ia mengutip pengertian Copywriting dari Frank Jefkins bahwa Copywriting adalah seni penulisan pesan penjualan yang paling persuasif dan kuat, yang dilatarbelakangi oleh kewiraniagaan melalui media cetak.
Pengertian lain dalam buku Agustrijanto tersebut adalah bahwa Copywriting merupakan tulisan dengan ragam gaya dan pendekatan yang dihasilkan dengan cara kerja keras melalui perencanaan dan kerjasama dengan klien, staf legal, account executive, peneliti dan juga direktur seni.
Dalam artian Copywriting merupakan sebuah kata-kata yang mampu membangun rasa dan mempengaruhi pembaca untuk melakukan apa yang diharapkan seorang copywriter.
Seorang Mentor Copywriting dan Marketing Manager di PT Yukbisnis Indonesia, Alfin Risqi mengatakan bahwa Copywriting adalah ilmu yang masuk di dalam bidang Marketing.
“Kalo konteksnya kuliah jurusan Pemasaran, saya rasa perlu belajar Copywriting. Nah, kalo di sekolah, saya rasa tidak perlu karena tidak semua orang berminat menjadi Marketer,” tuturnya.
Akan tetapi, si penulis memiliki opini yang berbeda dengan sang mentor. Penulis berpendapat bahwa ilmu copywriting adalah ilmu yang dapat digunakan untuk menggenggam dunia karena saat ini orang-orang menggunakan sosial media untuk aktivitas sehari-hari.
Copywriting itu sangat penting karena bisa diaplikasikan ke banyak hal mulai dari personal branding di sosial media, mengirim email pengaduan atau complain, bahkan merayu pasangan pun menggunakan ilmu yang satu ini.
Copywriting adalah ilmu yang sangat fleksibel dan terpakai di mana saja. Saat ini, sudah banyak perusahaan yang mensyaratkan keterampilan Copywriting untuk melamar pekerjaan.
Selain untuk mempengaruhi orang, copywriting juga penting buat bikin kita gak mudah dipengaruhi orang. Dengan belajar copywriting otak kita bisa lebih menyaring setiap informasi yang masuk bahkan informasi yang kadang terkesan biasa aja.
Ada satu buku yang bagus ketika kita tertarik belajar Copywriting, yaitu “Influence : The Psychology of Persuasion” karena bukunya seru untuk dibaca.
Saat membaca buku ini, kita kayak lagi ngobrol sama seseorang serta di dalamnya penuh dengan berbagai cerita menarik yang bikin kita paham sama konsep menulis Copywriting tersebut.
Selain itu, ada pula buku The Adwork of Copywriting. Dalam buku tersebut berisi tentang hal-hal teknis terkait dengan Copywriting namun sebagai pembaca kita tetap harus memilah-milah strategi mana yang cocok dengan kebutuhan pasar di negeri kita ini.
Selain kedua buku tersebut, masih ada dua buku lagi sebagai tambahan referensi. Meskipun buku ini tidak berhubungan langsung sama copywriting namun bagi si penulis penting untuk dibaca.
Hal ini karena copywriting juga termasuk ke dalam pekerjaan kreatif dan kreativitas itu bisa dilatih serta dikembangkan seiring berjalannya waktu.
Dua buku tersebut adalah “Big Magic” dan “Steal Like an Artist”. Teknik anchoring dalam NLP juga biasanya bisa bantu buat masuk ke flow state yaitu fase di mana kita merasa lancar banget nulisnya dan gak kerasa kalo waktu sudah berlalu berjam-jam.
Adapun beberapa manfaat belajar Copywriting menurut Alfin Risqi adalah sebagai berikut :
1. Melatih kita berpikir kritis
2. Melatih ketelitian kita
3. Belajar berempati terhadap pembaca/audience
Terakhir, berapa lama waktu yang cukup untuk belajar copywriting? Untuk teknik dasarnya sebenarnya bisa dipelajari dalam beberapa hari saja tapi si penulis sangat kagum sama kata-kata penulis buku Adwork of Copywriting itu.
Katanya Copywriting itu yang bikin bagus selain teknik adalah pengalaman hidup dan belajar dari si copywriter itu sendiri. Jadi, tidak cukup hanya belajar Copywriting saja, tetapi juga belajar bidang lainnya yang saling berkesinambungan serta senantiasa terkoneksi dengan lingkungan di mana pun kita berada.
Sumber : https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/2135/13/UNIKOM_Suci%20Harina_11.%20BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf.
Wawancara online dengan Mas Alfin Risqi selaku mentor Copywriting dan Marketing Manager di PT Yukbisnis Indonesia.


