Mediasahabat.com-“Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Indonesia
Oleh : Ainun Mubin Misbah N
Dilansir dari website resmi UNICEF : https://www.unicef.org bahwa ada beberapa hak seorang anak diantaranya adalah hak bermain, makanan sehat dan bergizi baik, mendapatkan pelayanan kesehatan, serta mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang baik tanpa diskriminasi.
Setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam hal ini pendidikan wajib tersebut selama 12 tahun alias sampai jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dilansir dari website Kementrian Dalam Negeri, pengertian atau definisi dari Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. Prinsip utamanya adalah non diskriminasi,
kepentingan, hak hidup, serta memberikan penghargaan terhadap anak.
Sebagaimana dalam bunyi pasal 4 UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, menyebutkan bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Indonesia.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan tentunya dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan pihak sekolah.
Memberikan games kepada siswa demi terciptanya pembelajaran yang lebih menarik
Membuat project bersama siswa dengan guru, entah itu membuat komik, membuat video atau film pendek, project menanam tumbuhan, atau bahkan project keagamaan
Membuat tulisan tentang mencegah kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah lalu menempelkannya di Mading (Majalah Dinding).
Membuat project buku bersama dengan tema “Bullying” atau topik lain tentang hak anak di sekolah
Mengadakan seminar atau pameran pendidikan seperti di Makassar waktu itu ada pameran pendidikan internasional dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya
Menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan bersih
Menjaga kesehatan seluruh warga sekolah baik itu kesehatan fisik maupun kesehatan mental, baik itu kesehatan jasmani ataupun rohani
Memanfaatkan kertas, dus, plastik, kalender bekas, dan barang-barang bekas untuk membuat alat peraga atau alat permainan edukatif yang seru dalam proses pembelajaran
Dalam hal ini, kita memanfaatkan seluruh fasilitas sekolah serta sudut-sudut di sekolah yang bisa digunakan untuk memberikan edukasi kepada seluruh warga sekolah.
Anak-anak perlu merasakan kebahagiaan dan ketenangan ketika berada di sekolah. Mereka tidak boleh melakukan diskriminasi atau pilih-pilih teman yang berbeda suku, ras, agama, dan golongan.
Pendidikan di Indonesia perlu menjadikan belajar itu adalah sesuatu hal yang mudah dan menyenangkan sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang.
Jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang membuat mereka jatuh cinta dengan belajar. Bukan malah menjadikan menuntut ilmu itu sebagai beban.
Hendaknya kita menciptakan suasana pembelajaran dan sekolah yang ramah anak bagi seluruh warga sekolah baik itu siswa, guru, kepala sekolah, dan lain-lain.
Sekarang sudah banyak perangkat pembelajaran dan video menarik yang bisa diakses melalui YouTube dan media sosial. Aplikasi belajar juga kini telah bertebaran di mana-mana.
Mari bersama-sama kita wujudkan sekolah ramah anak yang membuat anak-anak bebas beropini, lebih percaya diri, serta mengajarkan anak-anak mengambil keputusan dengan bijaksana.

