Mediasahabat.com”Drs.KH.M.Nurullah,HD.M.Pd Dalam khutbahnya yang berjudul “Memadukan Pola Zikir dan Olah Pikir”, beliau mengajak jamaah untuk mengharmoniskan antara kekuatan spiritual dan usaha intelektual dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan mengangkat kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah SWT untuk menyerukan panggilan haji ke Baitullah, KH. Nurullah menekankan bahwa ketaatan dan keyakinan seorang hamba harus berada di atas keraguan logika manusia. Meskipun secara nalar terasa mustahil seruan itu akan sampai ke seluruh dunia tanpa teknologi komunikasi, Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah, dan Allah sendiri yang menyampaikan seruan tersebut kepada umat manusia.
“Tugas Nabi Ibrahim hanya menyeru. Urusan sampai atau tidaknya adalah wewenang Allah SWT. Ini pelajaran penting bagi kita semua: lakukan bagianmu, dan serahkan hasilnya kepada Allah,” ujar KH. Nurullah di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa dalam keseharian, seorang Muslim hendaknya membiasakan diri memulai segala sesuatu dengan ucapan “Bismillah”, mengakhiri dengan “Alhamdulillah”, dan meyakini bahwa hasilnya akan datang dengan “Insya Allah.”
“Zikir menguatkan batin, pikir menggerakkan tindakan. Dua-duanya tidak boleh dipisahkan. Dengan memadukan keduanya, kita tidak hanya menjadi pekerja keras, tapi juga hamba yang ikhlas dan berserah diri,” tegasnya.
Khutbah ini mendapat perhatian serius dari para jamaah, yang menyimak dengan khusyuk hingga akhir. Pesan spiritual ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat ikhtiar dan sekaligus keimanan di tengah tantangan kehidupan modern.


