Mediasahabatcom-Maros-” Edisi Jumat 25-juli-2025
Oleh Drs KH Muh.Nurullah,HD S.Pd
KHUTBAH PERTAMA
الحمد لله، الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا أيها الناس، أوصيكم ونفسي المقصرة بتقوى الله، فقد فاز المتقون.
Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang senantiasa tercurah kepada kita, terutama nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk menunaikan ibadah Jumat di masjid yang mulia ini, Masjid Nurul Falah – Kabupaten Maros.
Pada khutbah Jumat hari ini, khatib mengangkat tema: “Saatnya Belajar Tasawuf.”
Tasawuf bukanlah ajaran baru, melainkan bagian dari keilmuan Islam yang fokus pada pembersihan jiwa dan penyucian hati, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
Dalam ilmu tasawuf, terdapat tiga tahapan utama yang menjadi proses perjalanan spiritual seorang hamba:
1. TAKHALLI
Tahapan ini adalah pembersihan diri dari sifat-sifat tercela, seperti riya’, dengki, sombong, cinta dunia yang berlebihan, dan berbagai penyakit hati lainnya.
Seorang muslim yang ingin mendekat kepada Allah SWT, harus lebih dahulu membersihkan hatinya dari segala noda batin yang dapat merusak keikhlasan dan amal ibadahnya.
2. TAHALLI
Setelah membersihkan diri dari sifat buruk, tahapan berikutnya adalah menghias diri dengan sifat-sifat terpuji seperti sabar, ikhlas, tawakal, zuhud, syukur, dan cinta kepada sesama.
Inilah proses pembentukan akhlak yang sejati. Rasulullah SAW diutus tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia.
3. TAJALLI
Ini adalah tahapan tertinggi, di mana hati seorang hamba dipenuhi dengan kesadaran akan kehadiran Allah SWT.
Ia melihat segala sesuatu sebagai ciptaan Allah. Ia hidup dalam kesadaran penuh bahwa seluruh alam ini adalah manifestasi kebesaran-Nya.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 115:
فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ
“Maka ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah Allah.”(**)


