Mediasahabat.com-Makassar,— Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kelurahan Bakung, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan yang digelar Komunitas Pemerhati Lapangan Olahraga (KPLO) Kelurahan Bakung, Sabtu malam (12/9/2026), berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Biringkanaya Maharuddin, S.Sos., MM., unsur kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama serta warga Kelurahan Bakung.serta hadir pula owner PT CAT / Travel Hayata

Ketua panitia Maulid ibu marlina,S.Pd yang diwakili Bapak Justan menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Sambutan Kapolsek Biringkanaya yang diwakili Ipda Alimin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid sebagai sarana mempererat silaturahmi, menjaga persaudaraan dan memperkuat kebersamaan.
“Dengan peringatan Maulid Nabi ini, mari kita tetap menjaga silaturahmi dan kebersamaan. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita,” pesannya.

Maharuddin Ingatkan Musim Kemarau
Dalam arahannya, Camat Biringkanaya Maharuddin menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat, khususnya menghadapi kondisi musim kemarau yang cukup panjang.
Maharuddin juga mengimbau warga agar tetap tenang menyikapi persoalan BBM dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Menurutnya, masyarakat perlu bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Ia kemudian menyampaikan pesan Wali Kota Makassar terkait pentingnya kewaspadaan selama musim kemarau, terutama dalam penggunaan air bersih.
Warga diminta menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain persoalan air, Camat juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran akibat kondisi cuaca yang panas dan kering.
“Musim kemarau yang cukup panjang ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kita harus bijak menggunakan air bersih dan tetap waspada terhadap bahaya kebakaran. Jangan meninggalkan api atau peralatan yang dapat memicu kebakaran tanpa pengawasan,” pesannya.
Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah
Maharuddin juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.
“Mari ki pilah sampah ta. Sampah dari rumah kita pilah, mana sampah organik dan mana sampah yang bisa didaur ulang. Kalau kita mulai dari rumah masing-masing, insyaallah lingkungan kita akan lebih bersih,” ujar Maharuddin.
Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
Maulid Perkuat Kecintaan kepada Rasulullah dan NKRI
Sementara itu, dalam tausiah Mawlidur Rasul SAW 1448 H, ustaz Dr.H.Andi Erwin Baharuddin, Lc. SH. MH menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana memupuk kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW.
Mawlidur Rasul SAW menjadi momentum untuk membangkitkan kembali spirit perjuangan mempertahankan Islam sebagai rahmatan lil alamin.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dengan meneladani akhlak, perjuangan dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Spirit Maulid juga tidak dapat dipisahkan dari semangat kebangsaan. Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus berjalan seiring dengan kecintaan kepada NKRI.
“Spirit Maulid tidak bisa dipisahkan dari spirit kebangsaan. Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus menjadi energi bagi kita untuk mencintai, menjaga dan mempertahankan NKRI,” pesannya.
Ustaz juga mengingatkan pentingnya membentengi masyarakat, khususnya generasi muda, dari paham-paham yang dapat mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.
Menurutnya, Mawlidur Rasul SAW merupakan salah satu momentum untuk memperkuat benteng moral dan keagamaan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh paham radikal yang bertentangan dengan nilai Islam yang damai dan rahmatan lil alamin.
“Mawlidur Rasul SAW adalah upaya membentengi NKRI dari faham-faham radikal. Mari kita tanamkan kecintaan kepada Rasulullah, kecintaan kepada sesama dan kecintaan kepada NKRI,” tegasnya.
Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H di Kelurahan Bakung tersebut diharapkan mampu memperkuat keimanan sekaligus menjadi ruang mempererat silaturahmi, persatuan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong masyarakat.
Semangat keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga keamanan, menghormati sesama dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.(an)




