Mediasahabat.com-“Anggota DPRD Makassar, Dr Tri Zulkarnain Ahmad.SE, MM melaksanakan Reses di hari pertama ,Masa Sidang Pertama Tahun Anggaran 2024 di dua titik di Jalan Parumpa 4 RT 01 RW 04 Kelurahan Daya Kecamatan Biringkanaya dan Jalan Kapasa Baru No 34 RT 01 RW 06 Kelurahan Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea, Senin (2/12/2024).
Dalam menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Dalam pertemuan yang berlangsung di dua titik tersebut, empat isu utama yang menjadi sorotan adalah permasalahan drainase, infrastruktur jalan, BPJS Kesehatan, dan zonasi sekolah.

“Zaman-zaman caleg meskipun belum jadi anggota DPRD, sudah sedikit menurunkan bantuan di bidang pendidikan. Mungkin ada beberapa warga yang sempat tersentuh beasiswa, kemarin dari saya itu bukan merupakan anggaran pemerintah tapi bantuan dari pusat karena itulah penting langsung di pusat,” ungkapnya.
Drainase menjadi topik utama dalam reses kali ini. Banyak warga mengeluhkan buruknya sistem drainase yang menyebabkan banjir di beberapa kawasan, terutama saat musim hujan. Warga mengungkapkan bahwa saluran air yang tidak memadai dan seringkali tersumbat sampah membuat pemukiman mereka terendam banjir, merusak fasilitas umum dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Saya akan memperjuangkan perbaikan dan pembangunan sistem drainase yang lebih baik dan berkelanjutan, serta memastikan pemeliharaan saluran air agar tidak tersumbat,” ujarnya.
“Saya nantinya setelah apa yang mereka sampaikan aspirasi-aspirasi yang mereka sampaikan itu pasti akan kami bawa dari DPRD untuk ditindaklanjuti dengan segera kira-kira yang mana bisa ditindaklanjuti,” tambahnya.

Selain itu, masalah infrastruktur jalan juga menjadi keluhan utama. Banyak jalan di daerah yang rusak parah, yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara. Warga berharap agar pemerintah daerah segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak dan memperhatikan kualitas infrastruktur jalan secara merata di setiap wilayah.
Legislator Fraksi Mulia Makassar ini berkomitmen untuk mengajukan anggaran yang lebih besar untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan yang lebih baik, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih.
BPJS Kesehatan juga menjadi isu yang mendapat perhatian serius. Masyarakat mengeluhkan kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan yang seringkali menghadapi masalah terkait fasilitas dan proses klaim.
Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka kesulitan mendapatkan layanan yang cepat dan memadai di rumah sakit atau puskesmas, meskipun sudah terdaftar sebagai peserta BPJS.

Terakhir, masalah zonasi sekolah juga menjadi keluhan bagi banyak orang tua. Beberapa orang tua mengungkapkan kekhawatiran tentang sistem zonasi yang membatasi anak-anak mereka untuk masuk ke sekolah-sekolah favorit atau terdekat dari rumah.
“Tentu kita akan evaluasi terhadap sistem zonasi sekolah dan berusaha mencari solusi agar akses pendidikan menjadi lebih merata dan adil bagi semua lapisan masyarakat,”katanya.
Dengan reses ini, anggota DPRD berkomitmen untuk menyuarakan keluhan masyarakat dan mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi.
Masyarakat berharap hasil reses ini dapat membawa perubahan positif melalui kebijakan yang lebih baik, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan mereka.(*)


