Mediasahabat.com’Makassar,- Forum Mahasiswa dan Pemuda (FMP) Sulawesi Selatan menggelar aksi di depan kantor DPRD Sulsel pada hari Senin, 27 Desember 2024, belasan Mahasiswa dan Pemuda menyuarakan aspirasi mereka terhadap seleksi direksi PT. SCI. dalam pernyataan sikapnya mereka secara terbuka meminta kepada Gubernur menolak pencalonan Dr. Aerin dalam seleksi terbuka jajaran direksi PT Sulsel Citra Indonesia (SCI) Perseroda Sulsel.
Dalam aksi tersebut, perwakilan FMP Sulsel diterima oleh Fadel Taufan, anggota DPRD Sulsel, untuk menyampaikan pernyataan sikap mereka. Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran FMP Sulsel terkait proses seleksi direksi yang dinilai kurang transparan dan objektif. FMP Sulsel mendesak Gubernur Sulawesi Selatan untuk melakukan seleksi yang lebih matang dan berfokus pada kompetensi, integritas, dan komitmen tinggi dalam memilih jajaran direksi dan komisaris PT SCI.
Takdir, koodinator lapangan FMP Sulsel menegaskan bahwa posisi penting dalam tubuh perusahaan Perseroda Sulsel tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kualitas moral yang tidak diragukan. Dalam pernyataan sikapnya, FMP Sulsel menilai bahwa Aerin tidak layak dipertimbangkan untuk kembali menduduki posisi strategis di perusahaan milik daerah tersebut, mengingat sejumlah alasan yang mereka anggap kuat, antara lain:
1. Kinerja yang Tidak Memuaskan: Berdasarkan pemberitaan yang beredar pada 1 Oktober 2024, Aerin yang sebelumnya menjabat sebagai manajer di PT SCI diberhentikan pada tahun 2023 karena dinilai gagal menjalankan tugasnya.
2. Kegagalan dalam Seleksi 2023: Pada seleksi calon direksi PT SCI tahun 2023, Aerin tidak lolos ke dalam 12 besar, meskipun ada 24 peserta yang mendaftar. Ketidakmampuannya lolos seleksi pada tahap wawancara menjadi indikator kuat bahwa tim seleksi menilai beliau belum memenuhi standar yang dibutuhkan untuk memimpin perusahaan.
3. Muatan Politis dalam Penunjukan PLT Direksi: Penunjukan Aerin sebagai PLT Direksi PT SCI pada tahun 2024 dipandang oleh FMP Sulsel sebagai keputusan yang sarat dengan muatan politis. Meskipun ada 12 kandidat lain yang lebih memenuhi syarat dan lebih layak, mengapa Aerin tetap diangkat sebagai PLT Direksi, yang memunculkan pertanyaan besar mengenai independensi dan obyektivitas proses seleksi yang telah dilakukan sebelumnya.
FMP Sulsel mengingatkan agar seleksi jajaran direksi dan komisaris PT SCI tidak dipengaruhi oleh faktor politik atau kepentingan pribadi. Mereka menegaskan bahwa keputusan yang diambil harus berfokus pada kepentingan perusahaan dan kemajuan ekonomi daerah, bukan sekadar untuk memenuhi kepentingan pihak tertentu. “Kami meminta agar Gubernur Sulsel melakukan seleksi yang objektif dan rasional, dengan melibatkan proses yang transparan dan berbasis kompetensi.
Fadel Taufan, anggota DPRD Sulsel yang menerima perwakilan FMP Sulsel, mengaku memahami kekhawatiran yang disampaikan oleh massa aksi. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Gubernur Sulsel dan pihak-pihak terkait lainnya agar proses seleksi direksi PT SCI dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel.(**)


