Mediasahabat.com-Makassar-“Pada hari Ahad, 27 April 2025, komunitas Teman Hijrah Sulsel mengadakan acara bedah buku Islam Rahmatan Lil ‘Alamin karya Ustadz Felix Siauw. Acara ini menghadirkan Ustadz Heri Al Fatih sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Ustadz Heri Al Fatih menyampaikan,
> “Islam mengajarkan kita untuk berkonsultasi kepada ahlinya. Dulu, saat saya masih SMA, saya berpikir bahwa Islam hanya mengatur ibadah formal. Ternyata, Islam juga mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam bernegara.”
Beliau menjelaskan bahwa Islam Rahmatan Lil ‘Alamin berarti Islam tidak hanya berkaitan dengan salat, puasa, dan zakat saja, tetapi juga mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.
Lalu, kapan Islam menjadi rahmatan lil ‘alamin bagi manusia?
Menurut Ustadz Heri, hal itu terjadi ketika Islam diterapkan secara kaffah (menyeluruh) dalam kehidupan bernegara. Inilah alasan mengapa Rasulullah SAW melakukan hijrah ke Madinah, untuk membangun masyarakat yang berlandaskan syariat Islam.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta, Kak Dhea, mengajukan pertanyaan:
> “Bagaimana dengan konsep Stoicism dalam Islam?”
“Bagaimana hukum meditasi dalam Islam?”
Ustadz Heri menjawab bahwa Stoicism merupakan konsep pemikiran dari Yunani Kuno. Pada prinsipnya, konsep ini dapat diterapkan dalam kehidupan seorang Muslim selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Sedangkan mengenai meditasi, Ustadz Heri menjelaskan bahwa Islam sejatinya menganjurkan umatnya untuk bermeditasi, merenung, mencari ketenangan, dan meningkatkan konsentrasi.
Meditasi seorang Muslim tercermin dalam salat, yakni ketika seseorang meninggalkan seluruh urusan dunia dan sepenuhnya berfokus hanya kepada Allah SWT.
(Ainun Mubin Misbah N.)


