Mediasahabat.com-Makassar, 9 Juni 2025 – Sosok Rahmat Hidayat kembali menarik perhatian keluarga besar alumni Arsitektur Universitas Hasanuddin. Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur UNHAS tahun 1997/1998 ini secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Ikatan Alumni (IKA) Arsitektur UNHAS. Dengan membawa semangat kebersamaan lintas generasi, Rahmat tampil bukan sebagai figur politikus organisasi, tetapi sebagai pemimpin yang dikenal merangkul, menenangkan, dan menyatukan.
Rahmat Hidayat dikenal luas di kalangan alumni sebagai pribadi bersahaja, tenang, dan mudah didekati. Sejak masa kuliah, ia telah menunjukkan kepemimpinan yang matang. Di tengah dinamika organisasi mahasiswa yang cukup panas pada era 90-an, Rahmat justru menjadi perekat dan penengah. Ia menghindari konflik terbuka dan memilih jalan dialog dan musyawarah untuk menyelesaikan perbedaan.
Salah satu rekan seangkatannya mengungkapkan, “Kalau suasana sudah panas, kehadiran Rahmat seperti air yang menyiram bara. Dia tidak pernah membenturkan ego, tapi selalu mengajak bicara hati ke hati.”
Kini, lebih dari dua dekade kemudian, Rahmat tetap mempertahankan sikap yang sama. Ia aktif menjalin komunikasi dengan arsitek muda, alumni lintas angkatan, hingga tokoh-tokoh senior. Banyak yang mengenalnya dengan sebutan akrab seperti “Kak Rahmat”, “Pak Ketua”, atau “Bang Mamat”. Relasi itu dibangunnya bukan hanya secara profesional, tapi dengan pendekatan kekeluargaan yang tulus.
Dalam visinya, Rahmat menekankan pentingnya kaderisasi, keterbukaan, dan inklusivitas dalam tubuh IKA Arsitektur UNHAS. Ia percaya bahwa kekuatan organisasi alumni bukan hanya terletak pada jaringan atau kegiatan formal, tetapi juga pada kemampuan untuk memberikan ruang dan kepercayaan kepada semua generasi alumni.
“IKA harus jadi rumah bersama. Tempat alumni bisa pulang, bisa tumbuh, dan bisa saling menguatkan. Tidak boleh ada sekat angkatan atau jarak geografis. Semua punya tempat,” ujar Rahmat dalam pernyataannya.
Dikenal sebagai komunikator ulung, Rahmat memiliki kepekaan membaca situasi dan kemampuan mendengar yang kuat. Ia bukan hanya tahu kapan harus bicara, tapi lebih penting lagi, tahu kapan harus diam dan memberi ruang bagi suara lain. Dalam proses pengambilan keputusan, ia selalu mengutamakan kebersamaan dan konsensus.
Maju sebagai calon Ketua IKA Arsitektur UNHAS, Rahmat tidak membawa janji-janji kosong. Ia menawarkan rekam jejak, jaringan kuat yang dibangun bertahun-tahun, serta komitmen nyata terhadap pengabdian. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk mencari posisi, melainkan untuk memperkuat ikatan, menjaga marwah almamater, dan menciptakan ruang kolaboratif antaralumni.
“Saya tidak membawa ambisi pribadi. Yang saya bawa adalah semangat untuk membangun IKA yang ramah, terbuka, dan benar-benar bermanfaat bagi semua alumni,” tutupnya.
Dengan latar belakang kepemimpinan yang terbukti, jejaring yang luas, dan sikap rendah hati yang konsisten, Rahmat Hidayat hadir sebagai sosok yang diyakini mampu membawa IKA Arsitektur UNHAS ke arah yang lebih solid, inklusif, dan progresif.(**)


