Mediasahabat.com-Makassar, -“Malam takziah ketiga almarhum Dr. Ir. H. Andi Mawang Batara Soli Palaguna berlangsung khidmat dan penuh haru. Sejumlah tokoh nasional, daerah, akademisi, serta tokoh adat dan kerajaan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.Minggu, 31/5/2026

Dalam sambutannya mewakili keluarga, Sultan Deli XIV, Tuanku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah, mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki jiwa persaudaraan yang kuat, rendah hati, dan senantiasa menjaga silaturahmi dengan berbagai kalangan tanpa memandang status maupun latar belakang.
“Almarhum adalah pribadi yang baik, bersahaja, dan selalu memberikan perhatian kepada sahabat serta keluarganya. Kepergian beliau merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak sahabat yang mengenalnya. Kami mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mendoakan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan segala amal ibadahnya diterima,” ujar Sultan Deli XIV.

Sementara itu, Tengku Osman Amal Ganda Wahid Al Haj, bergelar Tengku Panglima Besar Kesultanan Deli, menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok yang memiliki komitmen tinggi dalam menjaga hubungan persaudaraan dan selalu menunjukkan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Beliau adalah figur yang mampu merangkul semua kalangan. Kebaikan, keramahan, dan kepeduliannya terhadap sesama akan selalu dikenang. Kami kehilangan seorang sahabat yang selama hidupnya banyak memberikan inspirasi dan contoh yang baik,” tuturnya.

Ucapan duka cita juga disampaikan oleh Wakapolda Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang dikenal luas memiliki hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat dan selalu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Dr. A. Mawang Batara Soli Palaguna. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat yang mulia di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,”ungkap Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan sebelum meninggal rumah duka.
Malam takziah tersebut turut dihadiri mantan Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang, mantan Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Raja Gowa ke-39 Andi Muhammad Imam Daeng Situju, Sekjen IKA Unhas Prof. Yusran, anggota DPRD Kota Makassar dr. Udhin Malik, jajaran pemerintah, keluarga besar, serta para sahabat almarhum.

Kehadiran para tokoh dari berbagai kalangan menjadi bukti besarnya penghormatan dan kecintaan masyarakat kepada almarhum yang semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi santun, mudah bergaul, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Sementara Ustadz Salahuddin Rahman Dalam tausiyahnya, mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan wafatnya almarhum sebagai pengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.
“Jangan pernah tidur sebelum mengingat kematian. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah esok hari masih diberi kesempatan untuk beramal. Karena itu, mari kita perbanyak ibadah, menjaga silaturahmi, dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Kematian adalah nasihat terbaik bagi orang-orang yang beriman,” ujarnya di hadapan para pelayat.
Juniar Arge, yang juga merupakan saudara ipar almarhum, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, bantuan, dan doa sejak almarhum menjalani perawatan hingga prosesi pemakaman dan pelaksanaan takziah.
“Atas nama keluarga besar almarhum, putra-putri Mayjen TNI (Purn.) H. Zainal Basri Palaguna, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh keluarga, sahabat, kerabat, tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materil, mendoakan, serta mendampingi kami sejak almarhum dirawat di rumah sakit, proses pemakaman, hingga pelaksanaan takziah selama tiga malam ini,” ungkapnya.
Ia juga memohon maaf apabila semasa hidup almarhum terdapat kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
“Kami sekeluarga memohon dengan segala kerendahan hati agar kiranya segala kesalahan dan kekhilafan almarhum dapat dimaafkan. Mohon doa dari seluruh hadirin agar Allah SWT menerima amal ibadah beliau, mengampuni segala dosanya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” lanjutnya.(an)


