Mediasahabat.com-Makassar-“Dalam Surah Al-Kautsar, Allah SWT berfirman yang menjadi dasar perintah untuk berqurban. Perintah ini bermula dari ujian yang amat berat yang Allah berikan kepada Nabi Ibrahim AS—yakni perintah untuk menyembelih anaknya sendiri, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan total kepada Allah SWT.
Bayangkan, kita diperintahkan berqurban dengan harta benda saja sudah terasa berat bagi sebagian orang. Lalu bagaimana jika yang diminta adalah anak yang kita cintai? Namun tidak demikian dengan Nabi Ibrahim AS. Beliau dengan penuh keimanan melaksanakan perintah itu tanpa ragu. Karena keikhlasan dan kesungguhannya inilah, beliau digelari “Khalilullah”—Sahabat Allah.
Sebagai balasan atas kepatuhan Nabi Ibrahim AS, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor hewan qurban, yaitu kibas atau kambing. Dari sinilah syariat qurban ditetapkan dalam Islam dan menjadi ibadah yang kita jalankan setiap tahun.
Bahkan, sebagian ulama menganggap qurban sebagai ibadah yang wajib bagi orang yang mampu. Nabi Muhammad SAW pun bersabda:
“Barang siapa yang mempunyai kemampuan untuk berqurban, lalu tidak melakukannya, maka sekali-kali janganlah mendekati tempat shalatku.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Mari kita jadikan momen qurban sebagai bentuk nyata ketaatan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.
Catatan:
Untuk uraian lebih lengkap, hadirilah Khutbah Jumat berjamaah hari ini, 23 Mei 2025, di Masjid Babussalam Barayya, Kec. Tallo, Makassar.


