Mediasahabat.com-Makassar,-“ Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Jamaluddin Jompa (JJ) dan Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik Junaidi Rachbini menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di sela-sela penyelenggaraan seminar kolaboratif antara Unhas dan Kementerian ESDM RI di Arsjad Rasyid Lecturer Theater, Jumat (7/11/2025).
Uniknya, penandatanganan MoU ini tidak termasuk dalam agenda resmi seminar. Kesepakatan tersebut justru lahir secara spontan hanya dalam waktu sekitar 10 menit, saat kedua rektor berbincang santai di waktu makan siang sebelum acara dimulai.
Prof. Didik mengungkapkan bahwa awalnya ia datang ke Unhas semata untuk menghadiri seminar sebagai Tim Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Namun, saat berbincang ringan dengan Prof. JJ, muncul gagasan untuk menjalin kerja sama antar kedua perguruan tinggi tersebut.
Kami di sini hanya untuk seminar. Tapi makan siang dengan Pak Rektor, saya bilang bisa kerja sama? (beliau jawab) sekarang MoU. Dalam waktu 10 menit terjadi itu,” tutur Prof. Didik disambut tawa peserta seminar.
Ia menambahkan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan langkah konkret, terutama dalam bidang hilirisasi energi.
Saya tim ahli Satgas hilirisasi, saya akan minta Kementerian ESDM untuk menindaklanjuti implementasinya bersama Unhas,” jelasnya.
Sekretaris Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Dani Setiawan, turut mengapresiasi langkah cepat kedua rektor tersebut. Ia menilai ketangkasan dalam mengambil keputusan menjadi contoh nyata pentingnya kecepatan dalam kolaborasi.
Saya menyaksikan langsung peristiwa 10 menit itu di ruang makan Pak Rektor. Kecepatan memutuskan kerja sama seperti ini perlu jadi teladan bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk menghadapi tantangan bangsa.
Tidak ada lagi institusi yang bisa bekerja sendiri. Kemitraan adalah kunci. Kita harus lebih efektif dan efisien menggunakan seluruh komponen bangsa untuk mencapai hal-hal positif,” jelasnya.
Prof. JJ juga menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh menjadi penghambat kerja sama yang produktif.
Anak-anak muda, dengar baik-baik. Sekarang bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat. Sepuluh menit setelah sepakat di meja makan, langsung tanda tangan. Jangan birokrasi yang justru memperlambat langkah-langkah positif kita,” pungkasnya.(**)


