Mediasahabat.com-Makassar-“Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menggelar kegiatan diskusi dengan tema “Generasi Muda dan Ekonomi Syariah : Inovasi Menuju Keberkahan Finansial”.Sabtu 15/3/2025
Selain itu, acara ini dirangkaikan pula dengan buka puasa bersama yang bertempat di Gedung BSI UMKM Center di Jalan Sungai Saddang Lama No.40.
Gedung BSI UMKM ini merupakan salah satu wujud kepedulian bagi para UMKM untuk mengembangkan usahanya. Ada banyak produk UMKM terpajang di sini mulai dari makanan, minuman, fashion hingga aksesoris.
Ketua ICMI, Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd turut hadir pada acara kali ini. ICMI ikut membuat acara pada ramadan kali ini yang bertajuk “Inspirasi Ramadan”.
Ada beberapa rangkaian acara yang menarik ini diantaranya adalah diskusi literasi keuangan syariah, bakti sosial dan pembangunan masjid ramah anak, podcast, pembagian 200 wakaf Al Qur’an di beberapa sekolah dasar yang terdampak banjir.
Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini :
1. Memperkuat iman dan taqwa
2. Meningkatkan jiwa sosial
3. Membangun pemuda yang kreatif dan inovatif
Literasi ekonomi syariah ini masih sangat kurang di Indonesia. Oleh sebab itu, hendaknya pemuda melek ekonomi syariah serta mampu membedakan mana yang halal dan haram.
Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, para pemuda sudah mulai banyak yang terjun ke dunia bisnis bahkan CEO sudah banyak yang berkontribusi dengan UMKM padahal usianya masih sangat belia.
Selain itu, kita juga berupaya meningkatkan kepercayaan kepada ekonomi syariah. Salah satunya adalah tidak membuka rekening di bank konvensional.
Kenapa ekonomi syariah di Indonesia tidak berkembang?
1. Buku-buku dan pelajaran di sekolah jarang ada yang memberikan ilustrasi tentang UMKM dan ekonomi syariah
2. Di kampus juga masih banyak yang menggunakan sistem koperasi konvensional dan bukan koperasi syariah
Cara agar ekonomi syariah berkembang :
1. Membuka banyak kantor cabang bank syariah
2. Memudahkan kredit bagi para anggota ICMI
3. Menambah jumlah koperasi syariah
Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” (HR Ahmad).
Selama ini kita sering mendengar kebebasan financial padahal bukan itu intinya.
Intinya adalah rezeki tersebut berlimpah sehingga kita bisa menggunakannya untuk lebih banyak bersedekah.
Berkah artinya selamat dunia akhirat serta bermanfaat bagi banyak orang. Keberkahan finansial adalah suatu hal yang mana kita memperoleh kebermanfaatan melalui kegiatan ekonomi.
Berkah yang paling banyak terasa adalah ketika kita dibagikan pundi-pundi rupiah yang berlimpah.
Sekarang sudah zamannya orang memiliki bisnis sendiri terutama kawula muda.
Narasumber 1, Sukma Dwie Priardi, SE., Akt., MBA memaparkan bahwa hanya sekitar 11 persen saja orang yang menjalankan ekonomi keuangan syariah.
RCEO X BSI Makassar ini juga menjelaskan bahwa hanya 20% saja dari mereka yang memilih bank syariah. Biasanya golongan ini adalah orang dengan spiritualitas tinggi.
Ada 3 poin yang perlu digarisbawahi dalam kegiatan ini, yaitu Sahabat Spiritual, Sahabat Sosial, dan Sahabat Finansial
Sahabat Spiritual misalnya sedekah. Sahabat Sosial seperti aktivitas sosial seperti ini, meningkatkan kepedulian terhadap generasi Z dan milenial agar mau bergabung dengan lembaga ekonomi syariah, serta Sahabat Finansial salah satunya adalah program ayo berinvestasi sejak muda, mulai menabung emas dari Rp100.000,-.
Alasan mereka tidak ingin bergabung dengan lembaga ekonomi syariah : Pengalaman & pengetahuan agamanya masih kurang. Sementara untuk wanita, alasannya karena ia belum berjilbab. Padahal ini bukan semata karena pakaian tetapi tentang kebermanfaatan dan kepedulian bagi sesama.
Cara agar mereka tertarik untuk bergabung dengan bank syariah : mengundang public figure yang sedang dalam tahap berhijrah seperti Tantri Kotak, Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar, dan lain-lain.
Cara lainnya adalah kita dapat mengajari ibu-ibu tentang digital marketing, yaitu kegiatan jual produk melalui live TikTok.
Inti dari ekonomi syariah adalah bagaimana ekonomi itu bisa tumbuh lebih besar daripada market agar bisa lebih cepat melesat pertumbuhannya untuk umat.
Contohnya adalah emas. Saat ini sudah ada program mencicil emas dengan tujuan untuk merencanakan keuangan keluarga.
Seseorang menyisihkan sebagian besar pendapatannya untuk cicil emas. Tidak melihat latar belakang sosial, pendidikan. Pada tahun 2024, emas menyentuh level tertinggi dalam dunia perdagangan.
Program lainnya yang dilakukan adalah : Desa Binaan di kabupaten Pangkep serta Program Sociopreneur.
Kegiatan ini sangat efektif mengingat para UMKM di Makassar juga butuh wadah untuk bisa berkembang.
Sementara itu narasumber 2, Dr. Nurhayati Azis SE., M.Si mengatakan bahwa ciri-ciri UMKM yang baik adalah yang produknya sudah terseleksi dengan baik.
Selain itu, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini juga menuturkan definisi ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang berdasarkan pada prinsip-prinsip atau nilai-nilai syariah Islam.
Sistem ini bertujuan untuk mencapai keadilan sosial dan keseimbangan ekonomi dengan cara mengalokasikan sumber daya secara efektif dan adil.
Prinsip-prinsip ekonomi syariah :
1. Tidak ada riba
2. Tidak ada gharar (spekulasi)
3. Tidak ada maysir (perjudian)
4. Keadilan sosial
5. Keseimbangan ekonomi
Peran UMKM dalam pengembangan ekonomi syariah :
1. Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ekonomi syariah dan manfaatnya
2. Mengembangkan inovasi dalam produk dan jasa
3. Membangun jaringan atau komunitas ekonomi syariah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman
4. Meningkatkan kapasitas melalui pelatihan, workshop, magang, dan pendidikan
Acara tadi berlangsung meriah dengan tiga penanya masing-masing mendapatkan hadiah dari sponsor.(**)


