
Mediasahabat.com-Makassar,-“ Ibadah haji bukanlah akhir dari perjalanan spiritual seorang muslim. Setelah kembali ke tanah air, setiap jamaah haji dituntut untuk mempertahankan nilai-nilai kemabruran melalui peningkatan kualitas keimanan, ibadah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Drs. KH. Muhammad Nurullah HD, M.Pd, yang mengingatkan bahwa predikat haji mabrur harus tercermin dalam sikap dan perilaku, bukan hanya pada gelar yang disandang.
Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan kabar gembira kepada umat Islam melalui sabdanya, “Tidak ada balasan bagi haji yang mabrur selain surga.” Hadis tersebut menjadi motivasi sekaligus amanah bagi setiap jamaah haji untuk terus menjaga kemabruran hajinya sepanjang hayat.
KH. Muhammad Nurullah menjelaskan bahwa ada tiga hal penting yang harus dipelihara oleh setiap muslim yang telah menunaikan ibadah haji.
Pertama, menjaga aqidah. Aqidah yang lurus menjadi pondasi utama kehidupan seorang muslim. Seorang haji harus semakin teguh dalam keimanan, menjaga kemurnian tauhid, serta menjauhkan diri dari segala bentuk perbuatan yang dapat merusak keyakinan kepada Allah SWT.
Kedua, menjaga shalat lima waktu. Shalat merupakan tiang agama dan ukuran ketakwaan seorang hamba. Seorang yang telah menyandang gelar haji diharapkan menjadi teladan dalam menjaga ibadah wajib. “Jangan sampai masyarakat berkata, ‘Pak Haji saja tidak shalat, apalagi kami yang belum berhaji.’ Oleh karena itu, konsistensi dalam menegakkan shalat menjadi bukti nyata kemabruran haji,” ujarnya.
Ketiga, menjaga akhlak mulia. Gelar haji bukan sekadar penghormatan, tetapi amanah untuk menjadi contoh di tengah masyarakat. Sikap santun, jujur, rendah hati, suka menolong, serta menjaga lisan dan perbuatan merupakan cerminan dari haji yang mabrur.
Ia menegaskan bahwa ukuran kemabruran bukan terletak pada panggilan “Pak Haji” atau “Bu Hajjah”, melainkan pada perubahan diri yang semakin dekat kepada Allah SWT dan semakin bermanfaat bagi sesama.
“Semoga seluruh jamaah haji yang telah kembali ke tanah air senantiasa istiqamah menjaga aqidah, menegakkan shalat, memperbaiki akhlak, dan mengisi kehidupan dengan amal saleh. Semoga Allah SWT menerima seluruh ibadah hajinya dan menganugerahkan predikat haji mabrur yang balasannya tiada lain adalah surga,”
KH. Muhammad Nurullah HD.



