Mediasahabat.com-Makassar,-“Pemerintah Kecamatan Tallo bersama Polda Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Jumat Curhat di Kantor Camat Tallo, sebagai wadah silaturahmi dan dialog langsung antara aparat kepolisian dengan masyarakat dalam membahas isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Jumat 30/1/2026
Dalam sambutannya, Camat Tallo Ramli Lallo, S.Pd., M.Si. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Sulsel beserta jajaran atas kepercayaan menjadikan Kecamatan Tallo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan Jumat Curhat. Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Tallo memiliki jumlah penduduk sekitar 140 ribu jiwa, dengan wilayah administratif yang terdiri dari 15 kelurahan, 75 RW, dan 85 RT.

Ramli Lallo, S.Pd., M.Si. juga menyinggung pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang baru-baru ini digelar. Ia berharap program-program yang telah disepakati dapat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
“Terkait kamtibmas, alhamdulillah selama ini selalu ditangani secara bersama. Namun masih terdapat beberapa wilayah yang tergolong rawan, seperti Swangga, Bunga Ejaya, dan sekitarnya, yang membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, Camat Tallo berharap berbagai persoalan sosial yang selama ini muncul di tengah masyarakat dapat dibahas secara terbuka dan dicarikan solusi bersama. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah kecamatan masih melakukan penataan sementara terhadap pedagang kaki lima (PKL) sebagai bagian dari upaya penataan wilayah.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulsel dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran seluruh tokoh masyarakat, unsur pemerintah, dan warga Kecamatan Tallo. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat bertujuan untuk membuka ruang dialog agar permasalahan yang ada di masyarakat dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluarnya.
“Jumat Curhat ini diharapkan melahirkan persoalan-persoalan yang bisa kita pecahkan bersama. Ibarat obat, masalah harus disampaikan terlebih dahulu agar dapat disembuhkan,” jelasnya.
Dirbinmas menegaskan bahwa peserta diharapkan aktif menyampaikan kritik, saran, dan masukan sebagai bahan evaluasi bersama. Ia juga menekankan bahwa penyelesaian masalah sosial dan kamtibmas membutuhkan waktu serta proses.
“Menjaga kamtibmas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama. Semoga dari pertemuan ini kita membawa pulang solusi sebagai ‘oleh-oleh’ untuk menjawab persoalan sosial di Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tallo,” tambahnya.
Pada sesi tanya jawab, Anwar M. Daud, Ketua RW 4 Lembo, menyampaikan keluhan terkait parkir liar di sepanjang Jalan Al Markaz yang dinilai sangat mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Ia menyebutkan bahwa hingga kini tidak ada pihak yang mengaku sebagai pengelola parkir tersebut.
Sementara itu, Ketua LPM Kecamatan Tallo mengungkapkan bahwa sejumlah Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) di wilayah Tallo perlu diperbaharui. Selain itu, terdapat beberapa posko di wilayah rawan konflik yang kondisinya tidak terawat dan membutuhkan dukungan dari pemerintah setempat.
Menanggapi hal tersebut, Dirbinmas Polda Sulsel (Kombes Pol Anang Triarsono, S.I.K., M.Si.) menyampaikan bahwa persoalan parkir liar dapat diselesaikan melalui sinergi tiga pilar dengan memberdayakan FKPM Abbulo Sibatang. Ia juga mengakui bahwa selama ini salah satu kendala utama adalah komunikasi dan koordinasi yang belum berjalan optimal.
“Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, insyaallah persoalan kamtibmas dapat kita selesaikan bersama,” tutupnya.(**)


