Mediasahabat.com-Makassar ,–” Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali digaungkan Pengurus Masjid Nur Intan Lestari melalui kegiatan Buka Puasa Akbar yang dirangkaikan dengan aksi donor darah, Sabtu, 7 Maret 2026, di pelataran masjid.
Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) serta UPT Transfusi Darah Dinas Kesehatan Pemprov Sulawesi Selatan.
Ketua Pelaksana Harian Masjid Nur Intan Lestari, AKBP (Pur) Mansyur Syah, menyampaikan bahwa buka puasa bersama merupakan agenda rutin pengurus masjid dan panitia Amalia Ramadan setiap tahunnya. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum mempererat solidaritas antarwarga.
“Menu yang disajikan merupakan hasil kebersamaan warga Grya Intan Lestari dan Graha Amalia serta para jamaah dan donatur lainnya. Mulai dari bebek palekko, gulai kambing, bakso, aneka kue tradisional hingga es buah racikan ibu-ibu Majelis Taklim. Semua ini adalah wujud gotong royong dan kebersamaan di bulan penuh berkah,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah jamaah yang hadir setiap pelaksanaan buka puasa akbar biasanya mencapai 250 hingga 300 orang. Antusiasme tersebut menjadi bukti kuatnya rasa persaudaraan dan kepedulian sosial di lingkungan masjid.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Donor Darah, Andi Ilham Rifai, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah juga merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan atau empat kali dalam setahun. Khusus Ramadan ini, kegiatan donor dirangkaikan dengan buka puasa akbar untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
“Donor darah tidak hanya menyehatkan bagi pendonor, tetapi juga menjadi ladang pahala karena membantu sesama yang membutuhkan. Apalagi di bulan Ramadan, kebutuhan darah di PMI cukup tinggi,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, para pendonor akan mendapatkan beras 5 kilogram dari IKA Unhas atau minyak goreng 2 liter yang merupakan dukungan dari Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika.
Melalui kegiatan ini, pengurus masjid berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Buka puasa dan donor darah bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi simbol bahwa masjid mampu menjadi pusat kebersamaan, pelayanan sosial, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan di Kota Makassar.


