Mediasahabat.com-Makassar,-“Semangat kolaborasi dan kontribusi berbasis keilmuan kembali mengemuka dalam Musyawarah Besar (Mubes) V Ikatan Alumni Perikanan Universitas Hasanuddin (IKA Perikanan Unhas) yang dirangkaikan dengan Ramah Tamah Alumni. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 1–3 Mei 2026, di Kampus Unhas Tamalanrea.
Mengusung tajuk *PERIKANAN+*, forum ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, melainkan ruang strategis yang mempertemukan lintas generasi alumni, mulai dari angkatan 1980-an hingga lulusan 2020.
Pertemuan ini menjadi medium untuk memperkuat jejaring, membangun solidaritas, serta merumuskan kontribusi konkret dalam pengembangan sektor perikanan berbasis pengetahuan dan inovasi.
Ketua Panitia, Muhammad Yunus, menjelaskan bahwa sekitar seribu alumni telah diundang melalui basis data yang dimiliki panitia. Kehadiran alumni dari berbagai latar belakang diharapkan mampu memperkuat konektivitas sosial sekaligus membuka peluang kolaborasi multidisiplin.
“Semoga kegiatan ini mempertemukan kembali alumni dari berbagai angkatan sehingga silaturahmi dan komunikasi tetap terjaga,” ujarnya,
Lebih lanjut, panitia turut mengundang sekitar 100 alumni yang telah sukses di dunia usaha. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran empiris bagi lulusan baru dalam membaca peluang ekonomi di sektor perikanan.
“Banyak alumni yang memulai dari nol dan berhasil membangun usaha. Ini menjadi bukti bahwa sektor perikanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan,” tambah Yunus.
Rangkaian kegiatan PERIKANAN+ dirancang secara dinamis dan inklusif. Selain agenda utama musyawarah, berbagai aktivitas turut digelar, seperti lomba olahraga, pameran UMKM produk perikanan, pameran karya alumni, kuliah tamu, kampanye lingkungan, jalan santai, hingga forum temu pengusaha.
Keseluruhan agenda ini membentuk ekosistem interaksi yang tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga produktif dan berorientasi solusi.
Makna “+” dalam PERIKANAN+ merepresentasikan nilai tambah yang diusung alumni, yakni menjadi agen perubahan yang adaptif, progresif, unggul, serta inovatif dalam merespons dinamika sektor perikanan modern.
Pengarah kegiatan, Awaluddin, menekankan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal dalam membangun ekosistem alumni yang saling terhubung dan berdaya.
“Kita ingin menciptakan ruang di mana alumni dapat saling mendukung, mempromosikan usaha, membuka peluang kerja sama, dan tumbuh bersama dalam satu ekosistem,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum IKA Perikanan Unhas, M. Yusran Lalogau, menilai momentum ini penting sebagai sarana refleksi kolektif terhadap kontribusi alumni dalam pembangunan sektor perikanan.
“Untuk memajukan dunia perikanan, alumni harus bersatu. Forum seperti ini menjadi penting untuk memperkuat sinergi,” ujar Yusran, yang juga merupakan Bupati Pangkep.
Ia menambahkan, kekuatan alumni terletak pada keberagaman peran yang kini tersebar di berbagai sektor, mulai dari pengusaha, akademisi, politisi, aparatur sipil negara, hingga pelaku industri kreatif dan aktivis lingkungan.
Melalui organisasi alumni, seluruh potensi tersebut dapat diintegrasikan menjadi kekuatan kolektif yang mendorong kemajuan perikanan nasional.
“Sekecil apa pun peran yang diambil, akan memberi dampak jika dilakukan secara bersama,” tegasnya.
Melalui PERIKANAN+ IKA Perikanan Unhas menegaskan bahwa alumni bukan sekadar jejaring sosial, tetapi merupakan modal sosial dan intelektual yang berperan penting dalam mendorong inovasi, keberlanjutan, dan daya saing sektor perikanan Indonesia di masa depan.(*/yns/dhs)


