Medisahabat.com-Maros, 4 Juli 2025 –
Lapangan Pallantikang Maros dipenuhi semarak budaya saat Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi membuka Festival Budaya Gau Maraja Leang-Leang pada Kamis malam (3/7/2025). Festival ini menjadi rangkaian utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Maros.

Prosesi pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang bersama sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Bupati Maros AS Chaidir Syam, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta para pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Fadli Zon mengungkapkan kekagumannya terhadap kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Maros. Ia menyebut Maros sebagai salah satu pusat peradaban dunia yang menyimpan lukisan gua prasejarah tertua yang pernah ditemukan.

“Selamat Hari Jadi ke-66 Kabupaten Maros. Meski baru merayakan hari jadi yang ke-66, namun jejak peradaban di Maros telah ada sejak puluhan ribu tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu pusat peradaban tertua dunia,” tutur Fadli.
Festival yang berlangsung selama tiga hari ini mengangkat semangat pelestarian budaya lokal, khususnya budaya masyarakat Maros yang kaya akan nilai-nilai sejarah dan warisan leluhur. Beragam pertunjukan seni, pameran pusaka, dan simposium budaya akan meramaikan agenda Gau Maraja tahun ini.

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan festival yang disebutnya sebagai langkah nyata Pemkab Maros dalam mengangkat nilai budaya lokal ke pentas nasional.

“Gau Maraja 2025 merupakan bentuk progresif dari semangat daerah dalam merawat warisan leluhur. Maros patut diapresiasi atas komitmennya menjaga budaya,” ujarnya.
Perayaan ini tak hanya menjadi ajang kebudayaan, tetapi juga momentum refleksi dan kebanggaan bagi masyarakat Maros atas perjalanan panjang daerah yang kini memasuki usia ke-66.


