
Mediasahabat.com-Suatu ketika Rasulullah ﷺ sedang memberikan taklim di hadapan para sahabat. Tiba-tiba beliau bersabda, “Sebentar lagi akan datang seorang ahli surga.” Mendengar sabda tersebut, para sahabat pun penasran ingin mengetahui siapakah orang yang dimaksud oleh Rasulullah ﷺ.
Tak lama kemudian, datanglah seorang laki-laki memasuki masjid. Penampilannya sangat sederhana dan tidak tampak memiliki keistimewaan dibandingkan sahabat lainnya. Karena tidak ada lagi orang yang datang setelahnya, para sahabat meyakini bahwa dialah yang dimaksud Rasulullah ﷺ.
Rasa ingin tahu membuat Abdullah bin Umar ingin mengetahui amalan apa yang menjadikan orang tersebut mendapat kabar gembira sebagai ahli surga. Beliau pun meminta izin untuk menginap di rumahnya selama tiga malam.
Selama tiga hari itu, Ibnu Umar tidak menemukan ibadah yang tampak luar biasa. Tidak ada amalan yang berbeda dari kebanyakan orang. Akhirnya beliau memberanikan diri bertanya, “Amalan apa yang membuat Rasulullah ﷺ menyebut Anda sebagai ahli surga?”
Laki-laki itu menjawab dengan rendah hati,
“Seperti yang engkau lihat, begitulah keadaan saya. Hanya saja, saya tidak mencampuri urusan orang lain agar hati saya tidak dipenuhi prasangka dan kebencian. Selain itu, saya senantiasa membaca doa:
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ، وَعَلَى طَاعَتِكَ، وَعَلَى مَحَبَّةِ رَسُولِكَ
Allahumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnika, wa ‘alā thā’atika, wa ‘alā mahabbati Rasūlika.
“Ya Allah, Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu, dalam ketaatan kepada-Mu, dan dalam kecintaan kepada Rasul-Mu.”
Hikmah: Kebersihan hati, tidak mencampuri urusan orang lain, serta senantiasa memohon keteguhan iman merupakan amalan yang sangat mulia di sisi Allah. Kemuliaan seseorang tidak selalu tampak dari banyaknya amalan lahiriah, tetapi juga dari kebersihan hati dan keikhlasannya dalam beribadah.
Oleh: Drs. KH. Muhammad Nurullah, HD., M.Pd.



