Mediasahabat.com-Makassar, -“Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa seluruh kejadian pohon tumbang kini wajib dilaporkan melalui aplikasi Aduan Lontara sebagai satu-satunya pintu resmi penanganan. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan setiap laporan tertangani secara cepat, adil, dan terkoordinasi di lapangan.
Melalui sistem ini, operator Lontara dapat memantau seluruh laporan secara real time serta mengatur pembagian tim eksekutor secara merata, sehingga tidak terjadi penumpukan tugas pada satu tim tertentu.
“Dengan satu sistem pelaporan, semua kejadian bisa terdata, terpantau progresnya, dan ditangani sesuai skala prioritas. Ini membuat kerja di lapangan menjadi lebih efektif dan tertib,” ujar salah satu pejabat pengendali penanganan kebencanaan Kota Makassar.
Aduan Lontara berfungsi tidak hanya sebagai kanal pengaduan, tetapi juga sebagai pusat kendali operasional. Operator akan menentukan tim yang turun ke lokasi, sementara tim lapangan dapat fokus melakukan penanganan tanpa harus berebut atau tumpang tindih lokasi tugas.
Dalam kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa, tim di lapangan tetap diperbolehkan bergerak cepat. Namun, setiap kejadian tetap wajib dimasukkan ke dalam sistem Aduan Lontara, baik sebelum maupun setelah penanganan dilakukan, agar seluruh proses tercatat dan terlaporkan.
Untuk wilayah kecamatan dan kelurahan, pemerintah memberikan kewenangan melakukan penanganan langsung di wilayah masing-masing selama masih dalam batas kemampuan dan kewenangannya. Apabila kondisi di lapangan melebihi kapasitas wilayah, laporan segera dieskalasi melalui Aduan Lontara agar dapat ditangani oleh OPD atau tim kota sesuai tingkat kedaruratan.
Sebagai gambaran efektivitas sistem ini, pada Minggu 11/1/2026 kemarin tercatat 29 kejadian pohon tumbang berhasil ditangani secara kolaboratif oleh BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Damkarmat, Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan, Polri, serta masyarakat.
Pemerintah Kota Makassar berharap melalui penerapan satu pintu pelaporan ini, penanganan kejadian darurat seperti pohon tumbang dapat berlangsung lebih cepat, terukur, dan akuntabel.
“Satu pintu laporan, satu data, satu komando penanganan — cepat di lapangan, tertib di sistem, dan kuat dalam koordinasi,” menjadi semangat bersama dalam menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat Kota Makassar.(**)



