Mediasahabat.com-Makassar,- “Dalam dua hari terakhir, berkembang narasi disinformasi di sosial media tentang sanksi drop out dan ancaman skorsing terhadap mahasiswa Unhas yang mengkritik program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Disinformasi dan hoax ini beredar di berbagai akun sosial media. Dalam pantauan Tim Humas Unhas, beberapa akun _homeless media_ terlihat aktif melakukan sirkulasi informasi hoax ini.
Kemunculan isu hoax berawal dari aksi unjuk rasa mahasiswa Unhas di Rektorat, pada Kamis, 11 Juni 2026. Aksi tersebut berlangsung damai, meskipun diselingi tindakan kecil (yang masih dapat ditoleransi) berupa rusaknya fasilitas kampus. Pihak Unhas melalui Kepala Bidang Humas, menerima mahasiswa dan memberikan penjelasan atas sejumlah kritik dan pertanyaan publik.
Usai aksi, mulai beredar informasi yang menyebutkan bahwa sebanyak 28 mahasiswa Unhas mendapat sanksi drop out. Sebagian lainnya menerima ancaman skorsing. Ada pihak-pihak yang memutarbalik fakta, dan membangun narasi baru melalui proses _information spinning_, dimana fakta-fakta yang tidak berkaitan dibuat seolah berhubungan.
Secara faktual, tidak ada sanksi drop out atau skorsing terhadap mahasiswa yang terlibat dalam aksi unjuk rasa penolakan MBG.
Unhas bukanlah institusi yang anti-kritik. Keterlibatan Unhas dalam program prioritas ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perguruan tinggi, berdasarkan paradigma Kampus Berdampak, dan juga atas dasar pertimbangan akademik dan rasional. Berbagai riset kesehatan di dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa pendekatan intervensi gizi jauh lebih berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dibandingkan investasi pada infrastruktur pendidikan.
Keterlibatan Unhasdalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diikuti dengan pendekatan baru. Langkah ini merupakan kebijakan resmi, terbuka, dan dapat dikritisi. Kami berharap, kritik yang membangun akan membuka ruang bagi perbaikan berkelanjutan.
Mencermati perkembangan narasi di sosial media pada Sabtu (13/6), menghimbau kepada pihak-pihak yang sengaja menyebarkan hoax dan fitnah di sosial media terkait sanksi drop out bagi mahasiswa yang mengkritisi MBG agar segera menghentikan tindakannya. Hoax dan fitnah ini berpotensi merugikan reputasi Unhas secara institusi, yang berdampak pada ribuan sivitas akademika dan entitas terkait lainnya.(**)


