
Mediasahabat.com-Makassar, -“Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus memperkuat kompetensi lulusannya di bidang keselamatan konstruksi. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen Jurusan Teknik Sipil menggelar pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada Proyek Konstruksi Gedung selama dua hari, 22–23 Juli 2026, di Ruang Multimedia Lantai 1 Gedung AD Kampus I PNUP.
Pelatihan yang diikuti mahasiswa tingkat akhir tersebut bertujuan membekali peserta dengan pemahaman komprehensif mengenai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sebagai bekal memasuki dunia kerja di sektor jasa konstruksi.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil PNUP setelah registrasi peserta dan laporan panitia. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan pemerintah dan regulasi keselamatan konstruksi yang disampaikan oleh Ir. Afandi Andi Basri, S.T., M.T., CSE. dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI.
Materi selanjutnya mencakup komunikasi dan koordinasi keselamatan kerja serta penyusunan risiko keselamatan konstruksi dalam dokumen SMKK yang dibawakan Dr. Basyar Bustan, S.T., M.T.. Sementara itu, Ulfah, S.ST., M.T. memaparkan pentingnya kepemimpinan dan partisipasi pekerja dalam membangun budaya keselamatan kerja, sebelum sesi ditutup dengan pembahasan peninjauan dokumen SMKK oleh Dr. Zulvyah Faisal, S.T., M.T.. Peserta juga mengikuti evaluasi melalui penugasan esai.
Memasuki hari kedua, pembelajaran difokuskan pada implementasi SMKK di lapangan. Mega Shine Payungallo, S.Tr.T., M.T. menyampaikan materi dukungan keselamatan konstruksi, disusul Prof. Sugiarto, S.T., M.T., Ph.D. yang mengulas operasi keselamatan konstruksi.
Pada sesi berikutnya, Ramlan Sultan, S.T., M.T. membahas evaluasi kinerja keselamatan konstruksi, sedangkan Istiawati Darwis, S.ST., M.T. memberikan materi penyusunan laporan pelaksanaan keselamatan konstruksi serta studi kasus penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Kegiatan ditutup dengan evaluasi akhir melalui penugasan esai.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Ramlan Sultan, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami sekaligus mengimplementasikan SMKK sesuai ketentuan yang berlaku. “Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja sehingga siap menerapkan budaya keselamatan pada setiap proyek konstruksi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, peserta akan dipersiapkan mengikuti sertifikasi Kompetensi Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar memperoleh lisensi sebagai Petugas K3. Sertifikasi tersebut direncanakan dilaksanakan bekerja sama dengan TUK Mulia sebagai mitra pelaksana uji kompetensi.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Teknik Sipil PNUP menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional di bidang keselamatan konstruksi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan sekaligus mendukung terciptanya budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan di sektor jasa konstruksi.(AH)



