
Mediasahabat.com-Makassar,-“ Kepedulian terhadap sesama terus ditunjukkan pengurus dan jamaah Masjid Nur Intan Lestari, Jalan Berua Raya, Perumahan Griya Intan Lestari, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Masjid tersebut kembali menggelar aksi donor darah bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (9/8/26). Dari kegiatan yang berlangsung di lingkungan masjid itu, 22 kantong darah berhasil terkumpul.
Sementara itu, sebanyak 12 orang tidak dapat mendonorkan darah karena dinyatakan kurang fit setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Ketua Pengurus Masjid Nur Intan Lestari, Ramli Manong, mengatakan donor darah telah menjadi agenda rutin yang digelar setiap tiga bulan atau empat kali dalam setahun.
“Ini rutin satu kali per tiga bulan atau empat kali setahun. Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan selama empat tahun,” kata Ramli.
Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar. Tidak hanya jamaah Masjid Nur Intan Lestari, warga dari dua kawasan perumahan di sekitar masjid, yakni Griya Intan Lestari dan Graha Amalia, juga turut ambil bagian.

“Partisipasi masyarakat sangat antusias. Kebetulan ada dua perumahan di sini, Griya Intan Lestari dan Graha Amalia. Warga dari dua perumahan ini ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Ramli menyebut donor darah menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang rutin dijalankan Masjid Nur Intan Lestari. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk membangun kepedulian sosial.
“Ini bagian dari aksi sosial. Pokoknya banyak kegiatan sosial yang kita lakukan di masjid ini,” katanya.
Kegiatan sosial juga semakin intensif digelar pada bulan Ramadan. Pengurus masjid rutin menggelar buka puasa bersama yang melibatkan warga dan tokoh masyarakat.
“Kalau bulan Ramadan, kita ada buka puasa bersama. Ada juga buka puasa besar yang biasanya dihadiri sekitar 200 orang. Kita undang tokoh masyarakat,” kata Ramli.
Ia berharap kegiatan donor darah yang telah berjalan selama empat tahun itu terus dipertahankan dan semakin banyak warga yang tergerak untuk ikut berdonor.
“Harapannya donor darah ini bisa terus disosialisasikan kepada warga lain. Ini penting, karena dengan donor darah kita membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Ramli menilai kebutuhan darah di masyarakat masih tinggi. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi penting untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah.
“Ini salah satu cara kita membantu pemerintah, baik Pemerintah Kota Makassar maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dalam memenuhi kebutuhan darah,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Tim Donor, dr. Cahya Sila, mengatakan kegiatan donor darah yang digelar secara rutin di lingkungan masjid memiliki manfaat besar, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
Menurutnya, kegiatan donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima darah, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu karena kebutuhan darah terus ada. Donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh orang lain yang membutuhkan,” kata Cahya.
Ia mengapresiasi konsistensi pengurus Masjid Nur Intan Lestari yang mampu mempertahankan kegiatan donor darah secara berkala selama empat tahun.
“Yang paling penting adalah konsistensinya. Ketika kegiatan ini dilakukan rutin setiap tiga bulan, masyarakat juga semakin terbiasa dan kesadaran untuk berdonor bisa terus tumbuh,” ujarnya.
Cahya berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan mengajak lebih banyak masyarakat untuk menjadi pendonor.



